Gubernur Maluku: Pesparawi Perlu Kembangkan Mata Lomba

Gubernur Malauku, Karel Albert Ralahalu. (Foto ANTARA)

"Melihat pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) di Ambon baru-baru ini, maka saya menilai Pesparawi perlu dikembangkan dimana peserta tidak hanya menyanyi tetapi juga mendalami Alkitab,"
Berita Terkait
Kendari (ANTARA News) - Gubernur Maluku Karel Albert Ralahalu berharap Lembaga Pengembangan Pesparawi Nasional (LPPN) mempertimbangkan untuk menambah mata lomba dalam kegiatan nasional tiga tahunan ummat Kristiani ini.

"Melihat pelaksanaan Musabaqah Tilawatil Quran Nasional (MTQN) di Ambon baru-baru ini, maka saya menilai Pesparawi perlu dikembangkan dimana peserta tidak hanya menyanyi tetapi juga mendalami Alkitab," ujarnya dalam perbincangan dengan ANTARA di sela-sela kegiatan Pesparawi di Kendari, Rabu.

Menurut Gubernur Ralahalu kalau di MTQ di Ambon awal Juni 2012, ada kurang lebih 130 mata lomba dengan piala tersendiri dari 11 cabang.

Nomor lomba yang menarik saat MTQ tersebut, kata Ralahalu, adalah adanya lomba pidato tentang Alquran dalam bahasa Inggris, Indonesia dan Arab.

"Kalau kita bisa menyerap methoda dalam MTQ itu, maka Pesparawi bisa mengembangkan lomba lomba membaca dan menghafal ayat Alkitab dalam bahasa Inggris dan Indonesia. Jadi Pesparawi nanti tidak hanya bernyanyi saja, meski bernyanyi harus mendapat porsi paling utama dan besar," katanya.

Pesparawi, kata Ralahlu, telah berkembang seiring dengan perkembangan umat dan jemaat serta gereja-gereja di Indonesia.

Di tengah-tengah perkembangan ini, maka ummat Kristiani harus lebih didorong agar semakin rajin membaca dan mendalami Kitab Sucinya, katanya.

"Alkitab harus dijadikan sebagai bagian dari hidupnya, bukan hanya pada hari minggu datang ke gerja baru baca Alktiab tetapi setiap hari dibaca, didalami, dilaksanakan dan menjadi inspirasi dalam segala segi kehidupan," ujarnya.

Terkait digelarnya untuk pertama kali lomba musik etnik dalam Pesparawi X di Kendari, Ralahalu sangat mengapresiasi karena setiap daerah mempunyai potensi seni musik dan budaya serta kearifan lokal yang baik untuk dijadikan bagian dalam peribadatan ummat Kristen.

"Saya berharap dewan juri bisa menilai dan mengelaborasi musik etnik dengan baik karena masing-masing etnik punya gaya dan cara mengekspresikan. Jadi dewan juri harus memberikan penilaian yang adil dan baik sesuai kearifan lokal masing-masing daerah," ujarnya. (ANT).

Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © 2014

Komentar Pembaca
Kirim Komentar