Paus terdampar di Kolaka
- 03 March 2026 20:48 WIB
Seorang guru honorer memberi pelajaran ke muridnya di pondok yang dijadikan ruang belajar di Yayasan SLB Kusuma Bangsa di Kelurahan Anggoya, Poasia, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (2/8/2022). Yayasan SLB yang didirikan sejak 2015 memiliki siswa sekolah dasar dan SMP sebanyak 40 orang berbagai disabilitas dengan 5 orang tenaga didik honorer yang semuanya disabilitas dengan gaji Rp 500 ribu per bulannya. ANTARA FOTO/Jojon.ANTARA FOTO/JOJON (ANTARA FOTO/JOJON)
Seorang siswa down syndrome atau difabel intelektual menerima pelajaran guru honorer diruang terbuka di Yayasan SLB Kusuma Bangsa di Kelurahan Anggoya, Poasia, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (2/8/2022). Yayasan SLB yang didirikan sejak 2015 memiliki siswa sekolah dasar dan SMP sebanyak 40 orang berbagai disabilitas dengan 5 orang tenaga didik honorer yang semuanya disabilitas dengan gaji Rp 500 ribu per bulannya. ANTARA FOTO/Jojon.ANTARA FOTO/JOJON (ANTARA FOTO/JOJON)
Foto udara lokasi Yayasan SLB Kusuma Bangsa diatas bukit di Kelurahan Anggoya, Poasia, Kendari, Sulawesi Tenggara, Selasa (2/8/2022). Yayasan SLB yang didirikan sejak 2015 memiliki siswa sekolah dasar dan SMP sebanyak 40 orang berbagai disabilitas dengan 5 orang tenaga didik honorer yang semuanya disabilitas dengan gaji Rp 500 ribu per bulannya. ANTARA FOTO/Jojon.ANTARA FOTO/JOJON (ANTARA FOTO/JOJON)