Logo Header Antaranews Sultra

Lapas Kendari buka layanan kunjungan khusus Idul Adha

Rabu, 27 Mei 2026 14:54 WIB
Image Print
Tenda yang disiapkan untuk para pengunjung di Lapas Kendari, Sulawesi Tenggara, Rabu (27/5/2026). ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra

Kendari (ANTARA) - Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra), membuka layanan kunjungan khusus bagi keluarga warga binaan pemasyarakatan (WBP) selama dua hari berturut-turut dalam rangka merayakan Idul Adha 1447 Hijriah.

Kepala Lapas Kelas IIA Kendari Mukhtar di Kendari, Rabu, mengatakan kebijakan layanan kunjungan tatap muka tersebut diberikan untuk memfasilitasi warga binaan agar tetap dapat merasakan kehangatan momentum hari raya bersama keluarga.

"Hari ini dengan besok kita laksanakan layanan kunjungan, setelah itu seperti biasa normal kembali," kata Mukhtar usai melaksanakan shalat Idul Adha di Lapas Kendari.

Ia menjelaskan layanan ini sengaja dibuka agar momentum Idul Adha dapat dimanfaatkan oleh para keluarga untuk bersilaturahmi langsung dengan warga binaan yang sedang menjalani masa masa pidana di dalam Lapas.

Selain membuka layanan kunjungan, pihak Lapas Kendari juga menggelar ibadah shalat Id bersama yang diikuti oleh seluruh warga binaan beserta jajaran pegawai dengan khidmat.

"Kegiatan Idul Adha ini kita laksanakan sama dengan yang ada di luar. Kita melaksanakan shalat Id bersama-sama dengan warga binaan. Tentunya harapan kami ke depannya seluruh warga binaan kami juga bisa jauh lebih baik lagi," ujarnya.

Mukhtar menambahkan pada perayaan Idul Adha tahun ini pihaknya juga melakukan penyembelihan sebanyak lima ekor sapi kurban.

Dari total lima hewan kurban tersebut, satu ekor merupakan bantuan dari PT Aneka Tambang (Antam) Tbk, sedangkan empat ekor lainnya berasal dari swadaya internal pegawai serta warga binaan yang tergerak untuk berkurban.

Rencananya, kata dia, seluruh daging kurban tersebut akan didistribusikan kepada pihak-pihak yang berhak menerima di luar lingkungan Lapas, berdasarkan data yang telah dihimpun oleh panitia.

"Sekarang kita sudah ada data masyarakat yang memang berhak untuk mendapatkan, kurang lebih 15 kepala keluarga. Tentunya juga nanti akan kita berikan ke panti asuhan juga," sebut Mukhtar.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026