Logo Header Antaranews Sultra

BMKG: Mayoritas kota besar RI diguyur hujan ringan pada selasa ini

Selasa, 19 Mei 2026 08:04 WIB
Image Print
Sejumlah karyawati menyeberangi jalan yang tergenang air saat hujan ringan di depan gedung perkantoran. ANTARA/Muhammad Adimaja.

Jakarta (ANTARA) - Badan Meteorologi, Klimatologi dan Geofisika (BMKG) mengeluarkan peringatan dini berupa potensi hujan ringan, sedang hingga lebat yang dapat disertai kilat dan angin kencang di berbagai kota besar di Indonesia pada Selasa.

Dikutip dari laman resmi BMKG di Jakarta, Selasa, prakirawan BMKG, Bintari A menerangkan secara umum daerah konvergensi memanjang di Samudra Hindia Barat Aceh, Sumatera Utara, Jawa Timur, Nusa Tenggara Barat, Nusa Tenggara Timur, Laut Halmahera, dan Samudra Pasifik utara Maluku Utara.

Kondisi tersebut mampu meningkatkan potensi pertumbuhan awan hujan di sepanjang daerah yang dilewati konvergensi atau konfluensi.

Oleh karena itu, pihaknya memprakirakan beberapa kota besar berpotensi mengalami hujan sedang hingga sangat lebat disertai petir dan angin kencang, yakni di wilayah Manado dan Nabire.

Sementara itu, beberapa kota besar lainnya mengalami hujan ringan hingga sedang, yaitu wilayah Banda Aceh, Medan, Pekanbaru, Padang, Tanjung Pinang, Pangkal Pinang, Jakarta, Serang, Bandung, Yogyakarta, Surabaya, Denpasar, Mataram, Kupang, Makassar, Kendari, Mamuju, Palu, Gorontalo, Ternate, Ambon, Sorong, Manokwari, Jayapura, Jayawijaya, dan Merauke.

Adapun kota besar yang diprakirakan hanya mengalami kondisi berawan pada hari ini, yakni wilayah Jambi, Bengkulu, Semarang, dan Pontianak.

Sebelumnya, pada Senin (19/5), BMKG menyebut gelombang tinggi berpotensi terjadi di sejumlah perairan Sumatera Utara (Sumut) pada 19 hingga 22 Mei 2026, yang harus diwaspadai, karena dapat mengganggu pelayaran.

Prakirawan BMKG Stasiun Meteorologi Kelas II Maritim Belawan Dasmian Sulviani di Medan, Senin, mengatakan gelombang tinggi yang dapat mencapai 1,25 hingga 2,5 meter tersebut dapat terjadi di Perairan Barat Kepulauan Batu, Perairan Barat Kepulauan Nias, dan Samudra Hindia barat Kepulauan Nias.

Ia mengemukakan terdapat sirkulasi siklonik di Samudera Hindia barat Kepulauan Nias yang berpotensi mendukung pertumbuhan pola angin di wilayah perairan Sumatera Utara pada umumnya bertiup dari arah Barat Daya hingga Barat Laut dengan kecepatan berkisar antara 6-22 Knot.



Pewarta :
Editor: Faidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026