
PW IPHI Sultra: Kartu Nusuk permudah layanan jemaah haji 2026

Makassar (ANTARA) - Ketua Pengurus Wilayah Ikatan Persaudaraan Haji Indonesia (PW IPHI) Sulawesi Tenggara (Sultra) H.Fajar Ishak Daeng Jaya mengatakan kehadiran Kartu Nusuk memberi kemudahan layanan Jemaah Haji 2026.
"Penerapan Kartu Nusuk dinilai permudah layanan dan pengawasan jemaah haji Indonesia selama berada di Arab Saudi," Kata Fajar Ishak di Asrama Haji Makassar, Selasa.
Ia mengatakan, kartu identitas digital ini mulai digunakan secara penuh pada musim haji 2026, yang diberikan para jemaah haji setelah berada di Embarkasi sebelum berangkat ke tanah suci.
Fajar mengatakan, penerapan sistem kartu Nusuk diharapkan membuat operasional haji 2026 berjalan lebih aman, tertib, dan terkontrol dari awal hingga kepulangan jemaah.
Plt.Kakanwil Kemengaj Sultra H.Muhamad Lalan Jaya sekaligus anggota PPIH Embarkasi Sultra mengatakan, kartu Nusuk tersebut membuat proses pelayanan menjadi lebih cepat dan tertib.
“Dengan Kartu Nusuk, petugas cukup memindai barcode untuk memastikan data jemaah, hotel, dan jadwal pergerakan. Ini meminimalkan antrean di tenda Mina, bus shalawat, dan fasilitas kesehatan.
Jemaah juga tidak perlu khawatir membawa paspor ke mana-mana,” ujarnya.
Selain fungsi identitas, kartu ini terhubung dengan aplikasi Nusuk yang berisi peta lokasi, panduan ibadah, dan layanan darurat. Jika jemaah tersesat atau membutuhkan bantuan, petugas bisa langsung mengetahui posisi dan kontak darurat melalui sistem.
Ia juga mengimbau seluruh jemaah Sultra untuk selalu mengkalungkan Kartu Nusuk selama di Tanah Suci. Jika hilang, laporan bisa disampaikan ke petugas kloter untuk diterbitkan pengganti.
Sulawesi Tenggara di tahun 2026 mendapatkan kuota haji sebanyak 2.078 jemaah. Jumlah ini tersebar dalam 5 kloter utuh dan 2 kloter gabungan.
Pewarta : Azis Senong
Editor:
M Sharif Santiago
COPYRIGHT © ANTARA 2026
