Logo Header Antaranews Sultra

DPD RI dan Pemda RDP bersama terkait pertambangan di Konawe, ini tanggapan masyarakat

Selasa, 7 April 2026 20:48 WIB
Image Print
Foto bersama usai melaksanakan RDP bersama DPD RI dan Pemkab Konawe, Sulawesi Tenggara. (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)

Kendari (ANTARA) - Dewan Perwakilan Daerah (DPD) RI bersama Pemerintah Kabupaten (Pemkab) Konawe menggelar Rapat Dengar Pendapat (RDP) bersama masyarakat guna membahas dan mencari solusi atas polemik aktivitas pertambangan yang terjadi di wilayah Konawe, Sulawesi Tenggara (Sultra).

Anggota DPD RI Umar Bonte saat ditemui di Konawe, Selasa, mengatakan bahwa kehadiran lembaga legislatif tersebut bertujuan untuk memastikan investasi pertambangan di daerah benar-benar memberikan dampak positif bagi masyarakat luas.

"Kami datang hari ini adalah untuk mencari solusi. Kami ingin melihat apakah investasi itu ada manfaatnya atau tidak untuk rakyat. Jadi, setiap investasi yang masuk itu harus memberikan manfaat bagi daerah, karena itu kita datang," kata Umar Bonte.

Umar Bonte menekankan bahwa pertemuan ini masih dalam tahap penggalian informasi untuk memetakan akar permasalahan yang ada di lapangan sebelum mengambil langkah lebih lanjut.

"Pertemuan kali ini bukan untuk mengambil kesimpulan, kami hanya ingin mengumpulkan data seperti apa permasalahan yang sebenarnya. Seluruh perusahaan kalau tidak bermanfaat bagi rakyat dan tidak memiliki legalitas hukum yang akurat bisa ditutup," ujarnya.

Di tempat yang sama, Wakil Bupati Konawe Syamsul Ibrahim menyampaikan bahwa pemerintah daerah pada dasarnya sangat terbuka terhadap masuknya investasi. Namun, ia mengingatkan bahwa setiap aktivitas pertambangan harus beroperasi di atas koridor hukum dan aturan main yang telah ditetapkan pemerintah pusat.

"Masuknya investasi di daerah tentunya mendapat izin dari serangkaian prosedur yang harus dipenuhi melalui pemerintah pusat. Terkait kewajiban perusahaan, tanah yang memiliki alas hak resmi pasti dibebaskan. Kami melihat aspirasi ini sebagai bagian dari upaya memikirkan masa depan daerah," ucap Syamsul.

Ia juga menjelaskan bahwa aktivitas pertambangan di Konawe saat ini sudah mulai memberikan kontribusi pada daerah, mulai dari sektor pendidikan melalui beasiswa hingga perbaikan infrastruktur jalan yang memangkas waktu tempuh antarwilayah secara signifikan.

Mengenai perdebatan terkait tanah adat, Syamsul mengimbau agar masyarakat merujuk pada aturan hukum.

"Jika ada permasalahan terkait alas hak, silakan buka meja tuntut melalui jalur pengadilan agar semua memiliki kepastian hukum," jelasnya.

Senada dengan itu, Kepala Desa Lalomerui Taksir yang hadir mewakili masyarakat lingkar tambang mengungkapkan bahwa kehadiran investasi pertambangan di wilayahnya telah membawa perubahan ekonomi yang cukup drastis bagi warga desa.

"Bagi kami sebagai pemerintah desa, keberadaan pertambangan di sana sangat bermanfaat bagi masyarakat. Asas manfaatnya sudah kami rasakan cukup besar, sehingga masyarakat mendukung adanya investasi tersebut karena telah menghidupi mereka," sebut Taksir.

Menurutnya, selain pembangunan infrastruktur jalan desa dan pemberian beasiswa dari tingkat SD hingga perguruan tinggi, warga kini telah diberdayakan melalui sektor ekonomi mandiri.

"Masyarakat kini banyak yang bergerak di pemberdayaan ekonomi seperti pertanian dan peternakan. Hasil bumi mereka seperti sayuran, telur, dan buah-buahan kini bisa masuk ke perusahaan melalui BUMDes. Harapan kami, pendapatan masyarakat bisa terus ditingkatkan agar kesejahteraan dapat dirasakan secara merata," tambahnya.

Sementara itu, salah seorang warga Desa Lalomerui Aspin menyampaikan bahwa dirinya yang merupakan warga lingkar tambang melihat langsung dampak positif yang dirasakan oleh masyarakat setelah masuknya perusahaan pertambangan dari PT Sulawesi Cahaya Mineral atau SCM di Kecamatan Routa, Kabupaten Konawe.

"Setelah hadirnya PT Sulawesi Cahaya Mineral (SCM), jalan Desa Lalomerui sudah diperbaiki, dan bicara pendidikan anak-anak sekolah, mulai dari sekolah, fasilitas dibantu semua, hingga kebutuhan para siswa, itu sangat luar biasa sekali kalau kita berbicara asas manfaat dari perusahaan tambang itu," sebut Aspin.

Dia juga menambahkan bahwa dirinya sebagai warga lokal merasa lapangan pekerjaan di daerahnya sangat besar peluang untuk bekerja di perusahaan pertambangan PT SCM.

"Dulu untuk bertahan hidup masyarakat hanya mengandalkan hasil-hasil alam karena minimnya lapangan pekerjaan, namun kini dengan hadirnya perusahaan masyarakat banyak yang bekerja di dalam," tambahnya.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026