Logo Header Antaranews Sultra

Bulog Sultra pastikan stok 76 ribu ton beras cukup penuhi kebutuhan Ramadhan 2026

Kamis, 12 Februari 2026 20:29 WIB
Image Print
Kepala Perum Bulog Kanwil Sultra Benhur Ngkaimi. (ANTARA/La Ode Muh Deden Saputra)

Kendari (ANTARA) - Perum Bulog Kantor Wilayah (Kanwil) Sulawesi Tenggara (Sultra) memastikan ketersediaan beras sebanyak 76 ribu ton di gudang penyimpanan sangat mencukupi untuk memenuhi kebutuhan masyarakat memasuki masa Ramadhan 2026.

Kepala Perum Bulog Kanwil Sultra Benhur Ngkaimi saat ditemui di Kendari, Kamis, mengatakan bahwa jumlah stok saat ini sangat aman untuk menjaga stabilitas pangan daerah, sepanjang tidak ada kebijakan distribusi besar-besaran ke luar wilayah Sultra.

“Untuk stok saat ini ada 76 ribu ton, masih aman. Jika tidak keluar ke daerah lain, stok ini bisa mencukupi, bahkan sampai Lebaran tahun depan,” kata Benhur Ngkaimi.

Dia menyebutkan selain mengandalkan stok yang ada, pihaknya juga memacu penyerapan gabah petani lokal. Menjelang puncak panen raya yang diperkirakan jatuh pada Maret–April 2026, Bulog menargetkan penyerapan minimal 90 ribu ton hingga Juni mendatang dari total target tahunan sebesar 120 ribu ton.

“Target kita sampai Juni adalah 120 ribu ton, tetapi setidaknya kita harus mengamankan dulu minimal 90 ribu ton pada periode panen raya nanti,” ujarnya.

Benhur Ngkaimi mengungkapkan bahwa saat ini pihaknya juga tengah bersiap menyalurkan alokasi tahap pertama untuk periode Februari dan Maret 2026.

Ia menyebut adanya potensi kenaikan jumlah penerima manfaat secara nasional yang mencapai hampir 90 persen.

"Jika mengacu pada kenaikan proporsional tersebut, jumlah penerima di Sultra diprediksi melonjak dari 187 ribu orang menjadi sekitar 350 ribu orang. Estimasi penyaluran untuk alokasi tersebut mencapai 7 ribu ton beras dan sekitar 1 juta hingga 1,2 juta liter minyak goreng," ungkap Benhur Ngkaimi.

Dia juga menjelaskan untuk mendukung kebutuhan pangan lainnya, Bulog Sultra juga telah mengamankan stok komoditas pendukung lainnya, seperti minyak goreng dan gula pasir.

"Untuk minyak goreng kami tersedia 140 ribu liter dengan tambahan 400 ribu liter dalam perjalanan, kemudian gula pasir tersedia 170 ton dengan harga acuan penjualan Rp17.500 per kilogram," jelasnya.

Benhur Ngkaimi juga menambahkan bahwa paya penguatan stok ini diharapkan dapat meredam potensi lonjakan harga pangan di pasar tradisional menjelang hari besar keagamaan nasional (HBKN) mendatang.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026