Logo Header Antaranews Sultra

UNICEF puji Indonesia bangun generasi emas lewat program MBG

Jumat, 6 Februari 2026 12:13 WIB
Image Print
Proyek bantuan pemerintah China dan UNICEF untuk program Makan Bergizi Gratis (MBG) Indonesia digelar pada 3 dan 4 Februari di Jayapura, ibu kota Provinsi Papua. (Xinhua)

Jakarta (ANTARA) - United Nations Children's Fund (UNICEF) memuji keseriusan Pemerintah Indonesia dalam membangun generasi emas melalui Program Makan Bergizi Gratis (MBG).

"UNICEF mengapresiasi Pemerintah Indonesia atas kepemimpinan dan komitmennya yang kuat untuk meningkatkan gizi ibu dan anak. Program MBG yang dipimpin Badan Gizi Nasional (BGN) merupakan contoh nyata upaya pemerintah yang ambisius dan berskala besar," ujar Perwakilan UNICEF di Indonesia Maniza Zaman, dalam keterangannya di Jakarta, Jumat.

Apresiasi disampaikan UNICEF dalam rangkaian kunjungan bersama delegasi Kedutaan Besar Republik Rakyat Tiongkok (RRT) untuk Indonesia dan Pemerintah Indonesia ke sejumlah lokasi layanan MBG di Kabupaten dan Kota Jayapura, termasuk sekolah, posyandu, dan dapur layanan gizi.

Dukungan terhadap penguatan implementasi MBG juga datang dari Pemerintah Republik Rakyat Tiongkok melalui kerja sama dengan UNICEF.

Di Papua, MBG dinilai menjawab tantangan utama daerah, mulai dari tingginya prevalensi stunting, keterbatasan akses layanan gizi, hingga kesenjangan kualitas sumber daya manusia.

Melalui pendekatan terpadu berbasis sekolah dan komunitas di posyandu, MBG memberi kesempatan bagi anak-anak, ibu hamil, dan ibu menyusui (3B) mendapatkan akses rutin terhadap makanan bergizi, edukasi gizi, serta layanan pendukung kesehatan.

Menteri Penasihat Kedutaan Besar RRT untuk Indonesia Li Hongwei mengatakan Tiongkok memahami tantangan yang dihadapi Indonesia karena pernah berada pada situasi serupa.

"Tiongkok pernah berada dalam kondisi miskin dan lemah, di mana permasalahan gizi anak menjadi tantangan besar. Melalui kerja keras selama puluhan tahun, kami berhasil melakukan perbaikan besar dalam kesejahteraan dan gizi anak-anak," ujar Li.

Oleh karena itu Tiongkok mendukung penuh Program MBG yang secara nyata mampu meningkatkan standar gizi anak-anak dan perempuan di Papua.

"Kami berharap kerja sama antara Pemerintah Tiongkok, UNICEF, dan Pemerintah Indonesia, dapat terus menjadi contoh teladan kerja sama tripartit yang memberi manfaat nyata bagi masyarakat,” ujar Li Hongwei.

Sedangkan Sekretaris Utama BGN Sarwono mengatakan kolaborasi dengan mitra internasional membantu memperkuat kualitas pelaksanaan MBG, terutama melalui peningkatan kapasitas dan pendampingan teknis.

Sementara itu Juru Bicara BGN Dian Fatwa menambahkan MBG bukan hanya program pemberian makanan, melainkan penguatan ekosistem layanan gizi yang berdampak jangka panjang.

"Program MBG menjawab kebutuhan Papua dalam membangun kualitas sumber daya manusia sejak dini. Ketika anak-anak mendapatkan gizi yang baik secara konsisten, mereka memiliki peluang lebih besar untuk tumbuh sehat, belajar optimal, dan menjadi generasi Papua yang kuat," ucap Dian.

Kunjungan ini menegaskan komitmen bersama Pemerintah Indonesia, UNICEF, dan Pemerintah Tiongkok, untuk terus memperkuat sistem gizi berbasis komunitas dan berorientasi pada kualitas sebagai fondasi pembangunan sumber daya manusia Papua dan percepatan terwujudnya Indonesia Emas 2045.

Hingga Januari 2026, MBG telah menjangkau sekitar 60 juta penerima manfaat di seluruh Indonesia. Program ini juga menjadi salah satu instrumen penting dalam pencegahan stunting serta peningkatan kualitas sumber daya manusia.



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026