
DPR minta agar kasus bocah SD di NTT tak terulang lagi

Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi XIII DPR RI Andreas Hugo Pareira meminta agar kasus bocah SD yang mengakhiri hidupnya secara tragis di Ngada, Nusa Tenggara Timur, untuk tidak terulang kembali.
Menurut dia, meski negara belum mampu mengentaskan kemiskinan secara total, keluarga dan lembaga masyarakat seharusnya turut prihatin untuk bertanggung jawab atas timbulnya kondisi tersebut.
"Semoga dari peristiwa kita semua di bangsa ini, di masyarakat ini sadar, sehingga tidak terjadi lagi," kata Andreas di Jakarta, Rabu.
Dia merasa kasus tersebut sangat memilukan bagi seluruh pihak yang memiliki hati nurani.
Untuk itu, dia pun meminta kepada pihak kepolisian agar menyelidiki dan menjelaskan penyebab kasus tersebut.
Pemerintah daerah, kata dia, juga harus secara serius menangani keluarga dari bocah tersebut.
Bagaimanapun, kata dia, kasus itu menjadi tamparan bagi seluruh pihak, karena bocah itu diduga putus asa dan merasa hilangnya perhatian dan kasih sayang, baik dari keluarga dan masyarakat.
"Tanggung jawab sosial kita seharusnya terusik untuk menjadi tumpuan menyelamatkan generasi anak-anak ini untuk tumbuh dewasa," kata dia.
Sebelumnya, seorang siswa SD di Kabupaten Ngada, NTT, mengakhiri hidupnya dengan meninggalkan sepucuk surat untuk ibundanya, inisial MGT (usia 47 tahun).
Korban tersebut diketahui tinggal bersama neneknya, karena ibundanya, yang merupakan orangtua tunggal, bekerja sebagai petani dan kerja serabutan. Ibunda korban mengurusi lima orang anak, termasuk korban yang telah meninggal dunia.
Pewarta : Bagus Ahmad Rizaldi
Editor:
Faidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026
