Logo Header Antaranews Sultra

Menkeu minta BGN gelar jumpa pers tiap bulan laporkan realisasi MBG

Rabu, 10 September 2025 20:24 WIB
Image Print
Siswa menyantap makanan saat pelaksanaan Makan Bergizi Gratis (MBG) di SD Negeri 3 Delod Peken, Tabanan, Bali. ANTARA FOTO/Nyoman Hendra Wibowo

Jakarta (ANTARA) - Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa meminta Badan Gizi Nasional (BGN) untuk menggelar jumpa pers tiap bulan untuk melaporkan realisasi program Makan Bergizi Gratis (MBG).

Hal itu dilakukan untuk memastikan belanja pemerintah tersalurkan dengan optimal.

“MBG dikomplain karena penyerapannya rendah. Saya tanya bagaimana monitoringnya? Katanya bagus, tapi ternyata jelek. Saya bilang, nanti sebulan sekali kita akan jumpa pers dengan Kepala BGN,” kata Purbaya dalam Rapat Kerja bersama Komisi XI DPR RI di Jakarta, Rabu.

Dalam jumpa pers itu, dia meminta Kepala BGN Dadan Hindayana memaparkan proses penyerapan program MBG kepada publik. Purbaya pun menyatakan akan mendampingi Kepala BGN saat menyampaikan rilis pers.

Selain MBG, Purbaya juga akan menyisir program-program lain yang penyerapannya bergerak lambat. Pasalnya dia meyakini salah satu yang menghambat pertumbuhan ekonomi adalah penyaluran belanja pemerintah yang lambat.

Maka dari itu, Purbaya menyatakan fokus dia ke depan adalah menghidupkan mesin fiskal dan moneter. Bila dari sisi fiskal dia akan mengakselerasi belanja pemerintah, dari sisi moneter dia akan menarik dana pemerintah di Bank Indonesia (BI) untuk menyuntik likuiditas perbankan.

Harapannya, lanjutnya, bank dapat menyalurkan dananya untuk mendukung agen-agen ekonomi bertumbuh.

Sebagai informasi, realisasi belanja program MBG per 11 Agustus 2025 mencapai Rp8,2 triliun.

Kepala BGN Dadan Hindayana saat ditemui di Istana Kepresidenan RI, Jakarta, Selasa (12/8) malam, menjelaskan Rp8,2 triliun yang digelontorkan untuk MBG itu difokuskan untuk mengintervensi asupan gizi kepada anak-anak sekolah dan ibu-ibu hamil di berbagai daerah Indonesia.

Secara rinci, BGN telah membentuk 5.103 Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) di seluruh provinsi Indonesia, tepatnya di 38 provinsi, 502 kabupaten, dan 4.770 kecamatan.

BGN menargetkan realisasi MBG hingga akhir Agustus dapat mencapai Rp10 triliun hingga Rp11 triliun, dengan jumlah 8.000 SPPG beroperasi, terutama yang dibiayai oleh APBN, dengan target penerima sampai dengan mendekati 20 juta.



Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Purbaya pantau serapan MBG, minta BGN gelar jumpa pers tiap bulan



Pewarta :
Editor: Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026