Logo Header Antaranews Sultra

Update Humaniora: Sekolah rakyat, banjir bandang, dan penemuan mayat korban Kapal Tunu

Rabu, 9 Juli 2025 09:43 WIB
Image Print
Petugas mengangkat peti jenazah Muhammad Aris Setiawan, korban Tenggelamnya KMP Tunu Pratama di RSUD Blambangan, Banyuwangi, Jawa Timur, Selasa (8/7/2025). Dua korban yang ditemukan Tim SAR gabungan berhasil diidentifikasi sebagai penumpang KMP Tunu Pratama Jaya yang tidak masuk ke dalam manifes kapal yakni Rido Anggoro (29) warga Kabat Banyuwangi dan Muhammad Aris Setiawan (23) warga Babadan Wlingi, Blitar. ANTARA FOTO/Budi Candra Setya/foc.

Jakarta (ANTARA) - Berikut rangkuman berita humaniora populer kemarin Selasa (8/7), Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan bahwa sebanyak 63 titik Sekolah Rakyat siap beroperasi mulai 14 Juli 2025 hingga SAR temukan dua mayat diduga korban Kapal Tunu 20 mil dari lokasi.

1) Mensos: 63 Sekolah Rakyat siap beroperasi mulai 14 Juli 2025

Menteri Sosial Saifullah Yusuf mengatakan bahwa sebanyak 63 dari 100 titik lokasi Sekolah Rakyat siap beroperasi mulai 14 Juli 2025. Simak selengkapnya di sini:


2) Polda Jatim kerahkan 31 personel identifikasi korban KMP Tunu Pratama

Tim Identifikasi Korban Bencana (DVI) Kepolisian Daerah (Polda) Jawa Timur mengerahkan sebanyak 31 personel tenaga medis untuk melakukan autopsi (post mortem) jenazah korban kapal tenggelam KMP Tunu Pratama Jaya di Selat Bali. Simak selengkapnya di sini:

3) Menteri Kebudayaan: Pacu Jalur sudah terdaftar sebagai warisan budaya

Menteri Kebudayaan Fadli Zon menyampaikan bahwa tradisi Pacu Jalur di Kabupaten Kuantan Singingi, Provinsi Riau, sudah terdaftar sebagai warisan budaya takbenda nasional. Simak selengkapnya di sini:

4) BPBD Sulteng catat lima desa di Donggala terendam banjir bandang

Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Provinsi Sulawesi Tengah mencatat lima desa di Kecamatan Banawa Selatan Kabupaten Donggala terendam banjir bandang mengakibatkan sebanyak 638 jiwa terdampak. Simak selengkapnya di sini:


5) Kejutan banjir saat puncak kemarau

Sahrullah bersusah payah mendorong endapan lumpur sisa banjir menggunakan potongan triplek di ruang dapur rumah orang tuanya yang berada tepat di pinggir Sungai Ancar, Kelurahan Kekalik Jaya, Kecamatan Sekarbela, Kota Mataram, Nusa Tenggara Barat.

Pria berusia 31 tahun itu membersihkan rumah bersama kakak perempuan dan ibunya. Dengan mata sayu menahan kantuk karena belum tidur semalaman, Sahrullah menceritakan kisah banjir yang terjadi saat puncak musim kemarau tersebut. Simak selengkapnya di sini:

6) SAR temukan dua mayat diduga korban Kapal Tunu 20 mil dari lokasi

Tim Pencarian dan Pertolongan (SAR) gabungan kembali menemukan dua mayat laki-laki berjarak 20 mil dari titik lokasi diduga korban tenggelamnya KMP Tunu Pratama Jaya, pada Selasa dini hari. Simak selengkapnya di sini:





Pewarta :
Editor: Faidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026