Logo Header Antaranews Sultra

Ekonomi kemarin, pencabutan IUP Raja Ampat sampai pendanaan Garuda

Rabu, 11 Juni 2025 08:05 WIB
Image Print
Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia (tengah) bersama Menteri Sekretaris Negara, Prasetyo Hadi (kanan) dan Sekretaris Kabinet Teddy Indra Wijaya (kiri) bersiap menyampaikan keterangan terkait izin tambang nikel Kepulauan Raja Ampat di Kantor Kepresidenan, Jakarta, Selasa (10/6/2025). ANTARA FOTO/Aditya Pradana Putra/nz.

Jakarta (ANTARA) - Terdapat berbagai peristiwa bidang ekonomi yang terjadi pada Selasa (10/6/2025) yang masih hangat dan relevan untuk disimak kembali pada Rabu pagi ini.

Beberapa di antaranya adalah mulai dari pencabutan IUP tambang nikel di Raja Ampat hingga isu pendanaan Garuda Indonesia oleh Danantara.

Berikut sajian rangkuman berita pilihan yang dapat disimak kembali hari ini.

Menteri ESDM: Pencabutan IUP upaya jaga kawasan geowisata Raja Ampat

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Bahlil Lahadalia mengatakan, pencabutan empat izin usaha pertambangan (IUP) nikel di wilayah Raja Ampat, Papua Barat Daya, merupakan upaya pemerintah menjaga kawasan geowisata dunia tersebut.

Selengkapnya di sini.

Wamenaker tegaskan praktik penahanan ijazah melanggar hukum

Wakil Menteri Ketenagakerjaan (Wamenaker) Immanuel Ebenezer Gerungan menegaskan praktik penahanan ijazah pekerja oleh perusahaan atau pemberi kerja adalah tindakan yang melanggar hukum dan dapat dikenai sanksi pidana.

Selengkapnya di sini.

Pemerintah serap Rp10 triliun dari lelang sukuk pekan ini

Pemerintah menyerap dana Rp10 triliun dari lelang tujuh seri Surat Berharga Syariah Negara (SBSN) atau sukuk pada 10 Juni 2025.

Selengkapnya di sini.

Ekonom: Data kemiskinan versi Bank Dunia perlu dibaca secara hati-hati

Kepala Ekonom Permata Bank Josua Pardede mengingatkan, angka garis kemiskinan versi Bank Dunia perlu dimaknai secara berhati-hati agar tidak menimbulkan kesimpulan yang menyesatkan dalam konteks nasional.

Selengkapnya di sini.

Danantara respons permintaan pendanaan untuk 15 pesawat Garuda

CEO Danantara Rosan Roeslani merespons kabar terkait permintaan pendanaan dari maskapai penerbangan PT Garuda Indonesia untuk rencana pengadaan 15 unit pesawat.

Selengkapnya di sini.




Pewarta :
Editor: Faidin
COPYRIGHT © ANTARA 2026