BKKBN Sultra Pamerkan Kerajinan Unggulan di Harganas Lampung

id pose-bkkbn

Kepala BKKBN Sultra, Ali Ismail (Putih) dan Kabid Adpin BKKBN Sultra, Agus Salim (merah) bersama istri masing-masing saaf berpose di depan Stand BKKBN Sultra pada Pameran dan gelar dagang Harganas Lampung 13-15 Juli 2017. (foto Antara/Suparman)

Bandar Lampung, Antara Sultra - Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Provinsi Sulawesi Tenggara memamerkan produk atau kerajinan unggulan asal daerah itu pada Hari Keluarga Nasional (Harganas) XXIV di Bandar Lampung Provinsi Lampung sejak 13-15 Juli 2017.

Kepala BKKBN Sultra, Ali Ismail, di Bandar Lampung, Sabtu, mengatakan berbagai kerajinan unggulan yang dipamerkan pada pameran dan gelar dagang Harganas tersebut adalah kerajinan tenun, anyaman dan berbagai kerajinan lainnya.

"Khusus kain kerajinan tenun, kami pamerkan tenun asal 17 kabupaten kota yang ada di Sultra karena setiap daerah di Sultra memiliki motif tenun yang berbeda-beda," kata Ali Ismail.

Dikatakan, pelaksanaan pameran dan gelar dagang Harganas selama tiga hari di kawasan SOR Way Halim Bandar Lampung tersebut, stan BKKBN Sultra selalu ramai pengunjung.

"Rara-rata pengunjung sangat meminati kain tenun yang kami pamerkan. Sehingga kain temun sangat laris terjual," katanya.

Kepala BKKBN RI, Surya Chandra Surapaty menyambut antusias berbagai macam keunggulan pameran dan gelar dagang yang diikuti 34 provinsi dari seluruh Indonesia.

"Setiap daerah memiliki ciri khas tersendiri dalam mempromosikan produk unggulan daerah masing-masing dan juga menjadi salah satu kampanye BKKBN dalam mewujudkan revolusi mental berbasis keluarga," katanya.

Menurut Surya, pameran dan gelar dagang selama tiga hari tersebut ikut mendorong perekonomian daerah dan memberikan peluang para udaha mikro dan kecil yang merupakan binaan BKKBN selama ini.

"Dalam pameran dan gelar dagang tersebut menjadi momentum bagi pelaku usaha kecil dan mikro untuk menjalin komunikasi dengan pelaku usaha dari daerah lain sehingga bisa memperluas jaringan," katanya.
Pewarta :
Editor: Hernawan Wahyudono
COPYRIGHT © ANTARA 2017

Komentar