
Kendari Perbanyak Bangun Ruas Jalan Baru

Kendari (Antara News) - Pemerintah Kota Kendari saat ini terus melakukan terobosan dengan memperbanyak membangun ruas jalan baru di kota itu.
"Semakin hari tingkat kepadatan Kendaraan di Kendari semakin meningkat memicu terjadinya kemacetan pada beberapa titik, sehingga Pemkot melakukan upaya membuka jalan baru," kata Wali Kota Kendari, Asrun, di Kendari, Senin.
Ia mengatakan, terobosan itu dimulai dari pembangunan jalan lingkar luar (outer ring road) sepanjang 40 kilometer yang menghubungkan Kelurahan Abeli Dalam di perbatasan Kendari-Konawe menuju Pelabuhan Bungkutoko.
"Ruas jalan itu dengan lebar 40 meter ddan akan menghabiskan anggaran sekitar Rp200 miliar hingga tuntas," katanya.
Selain itu kata dia, Pemkot Kendari juga membangun jalan baru P2ID-Abeli Dalam dengan panjang lima kilometer dengan anggaran Rp6 miliar. "Jalan ini kami buat untuk memperluas dan mengembangkan akses jalan yang ada di Kendari," katanya.
Pemerintah Kendari juga membangun ruas jalur baru dari Puuwatu-Tabanggele menuju Morosi dengan panjang.
Asrun mengatakan, Pemerintah Kota Kendari terus meningkatkan kapasitas jalan utama di daerah itu menjadi dua jalur. "Peningkatan kapasitas jalan menjadi solusi untuk atasi kemacetan beberapa titik akibat jalan hanya satu jalur," katanya.
Menurut dia, seiring kemajuan kota maka kapasitas jalan harus ditingkatkan yakni menjadikan beberapa ruas jalan menjadi dua jalur yakni Jalan lingkar dalam (By Pass) dari Pasar Sentral Kendari menuju Pelabuhan Samudra Kendari di Kecamatan Abeli.
Selain itu kata dia, pemerintah juga membangun jalan dua jalur di Jalan Khairil Anwar dari Kantor Camat Puuwatu menju PLN, "Ada pula jalan dua lajur yakni Jalan Asrama Haji menuju Pasar Panjang Bonggoeya Kendari," katanya.
Disebutkan, pemerintah juga baru menuntaskan peningkatan kapasitas jalan menjadi dua jalur di poros Anduonohu-Poasia menuju Pertigaan PLN Lapulu dengan anggaran Rp24 miliar. "Peningkatan mutu jalan raya poros Poasia Anduonohu dipandang sangat penting sebab jalur Andounohu sudah sangat padat lalulintas kendaraan," katanya..
Pewarta : Suparman
Editor:
Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
