Logo Header Antaranews Sultra

BPS: Petani "Gurem" Di Sultra 63.809 RT

Senin, 2 Desember 2013 17:04 WIB
Image Print
Kepala BPS Provinsi Sultra, Adi Nugroho (depan kiri) di Kendari, Senin (2/12) menyampaikan rilies terkait perkembangan inflasi bulan November 2013.(FOTO-ANTARA/Azis Senong).

Kendari, (Antara News) - Badan Pusat Statistik menyatakan jumlah petani "gurem", yang menggunakan lahan kurang dari 0,5 hektar, di Provinsi Sulawesi Tenggara berdasarkan hasil Sensus Pertanian 2013 sebanyak 63.809 rumah tangga (RT).

Kepala BPS Provinsi Sultra, Adi Nugroho di Kendari, Senin mengatakan jumlah rumah tangga petani gurem pada tahun ini mengalami penurunan 11,61 persen atau sebanyak 8.379 rumah tangga dibanding tahun 2003.

"Sebenarnya, jumlah rumah tangga usaha pertanian tahun 2013 sebanyak 316.262 RT, Subsektor tanaman pangan 134.007 RT, hortikultura 117.902 RT, perkebunan 231.056 RT, peternakan 141.872 RT, perikanan 48.157 RT dan kelautan 92.938 RT," katanya.

Ia mengatakan, jumlah petani yang bekerja di sektor pertanian sebanyak 342.094 orang, terbanyak di subsektor perkebunan sebesar 236.685 orang dan terkecil di subsektor perikanan kegiatan budidaya ikan sebesar 16.126 orang.

Rata-rata luas lahan yang dikuasai per rumah tangga usaha pertanian seluas 16.267,72 m2 terjadi peningkatan sebesar 60 persen dibandingkan tahun 2003 yang hanya sebesar 10.027,14 m2.

"Petani utama di sultra sebesar 30,27 persen berada pada kelompok umur antara 34-44 tahun," ujar Adi Nugroho.

Sensus Pertanian 2013 merupakan sensus pertanian ke enam yang diselenggarakan BPS setiap 10 tahun sekali sejak 1963. Pelaksanaannya merupakan amanat Undang-Undang Nomor 16 Tahun 1997 tentang Statistik dan mengacu pada sejumlah rekomendasi dari Food and Agriculture Organization (FAO) yang menetapkan "The World Programme for the 2010 Around Agricultural Censuses Covering" periode 2006-2015.

Ia mengatakan pelaksanaan sensus dilakukan secara bertahap, yaitu pencacahan lengkap usaha pertanian pada Mei 2013, dilanjutkan dengan pendataan rinci melalui Survei Pendapatan Rumah Tangga Usaha Pertanian pada November 2013 dan Survei Struktur Ongkos Komoditas Pertanian Strategis dalam setiap subsektor pertanian pada Mei-Oktober 2014.

Adi nugroho, komposisi petani "gurem" terbanyak berada di Kabupaten Buton sebesar 13.888 RT, disusul Kabupaten wakatobi (10.265 RT) dan Kabupaten Konawe (8.959 RT). Sementara komposisi petani gurem terkecil berada di Kabupaten Buton Utara sebesar 849 RT.



Pewarta :
Editor: Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026