Logo Header Antaranews Sultra

Tiga Perusahaan Bangun Pabrik Nikel Di Sultra

Selasa, 1 Oktober 2013 20:00 WIB
Image Print

Kendari (Antara News) - Gubernur Sulawesi Tenggara (Sultra), Nur Alam, mengatakan tiga perusahaan tambang saat ini sedang membangun pabrik pemurnian nikel di Provinsi Sultra.

"Tiga perusahaan itu adalah PT Modern Metal Industri Konawe bertempat di Kecamatan Puriala Kabupaten Konawe, PT Kembar Emas Sultra di Langgikima Kabupaten Konawe Utara dan PT Cinta Jaya di Konawe Utara," kata Nur Alam di Kendari, Selasa.

Menurutnya, tiga perusahaan tersebut adalah bagian dari enam perusahaan yang sebelumnya menyatakan kesiapan untuk membangun pabrik pemurnian nikel di Sultra.

"Ini artinya, bahwa pabrik pemurnian nikel tidak hanya ada di Antam Pomalaa yang kita kenal selama ini, tetapi akan bertambah lagi tiga unit," katanya.

Ia mengatakan, tiga perusahaan tersebut sudah presentasikan proses dan tahapan pekerjaan yang sudah dilakukan di lokasi masing-masing.

"Tiga perusahaan itu bukan sekedar rencana, tetapi mereka sudah melakukan pembangunan. Ini artinya, mimpi kita untuk menjadikan Sultra sebagai daerah pertambangan nasional akan terwujud," katanya.

Menurutnya, izin ekspor ore nikel akan berakhir Januari 2014 dan jika penghentian ekspor tidak dilakukan per 1 Januari maka akan ada sanksi hukum tegas.

Sehingga perusahaan yang memiliki pabrik pemurnian nikel yang akan bertahan melakukan kegiatan pertambangan di daerah ini. Sehingga ini akan menjadi spirit bagi perusahaan lain untuk segera merealisasikan janjinya membangun pabrik pemurnian nikel," katanya.

Tiga perusahaan lainnya yang pernah menyatakan kesediaan untuk membangun pabrik nikel adalah PT Infisdeco di Tinanggea Kabupaten Konawe Selatan, PT CMMI dan PT Karya Tambang di Kabupaten.



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026