
Kapal Penarik Tongkang Nikel Kandas Di Kolaka

"Beruntung mesin tagboat tidak mati, sehingga bisa mengimbangi hantaman ombak besar itu"
Kolaka (ANTARA News) - "Tagboat Mega Sukses XII", kapal penarik tongkang yang berisi tambang ore nikel mengalami kandas di perairan Lamedai, Kecamatan Tanggetada Kabupaten Kolaka, setelah dihantam gelombang laut dua meter, Senin (7/1) dinihari.
Salah seorang tim SAR Kolaka, Hidayat, Rabu mengatakan, pihaknya telah melakukan evakuasi lima orang anak buah kapal (ABK) yang kandas sejak pukul 01.30 Wita itu, setelah sebelumnya terombang-ombang di tengah laut selama sekitar tiga jam.
Menurut Hidayat, Tagboat Mega Sukses XII yang berasal dari Kalimantan itu sedang menarik tongkang yang memuat tambang ore nikel dari Pomalaa, Kabupaten Kolaka, untuk dipindahkan ke kapal pengangkut lain.
Namun karena tingginya gelombang laut sampai sekitar dua meter dan kencangnya angin, sehingga kapal penarik bersama tongkang itu terhempas dan kandas di Tanjung Pakar perairan Lamedai.
"Kapal itu kandas di bagian selatan Tanjung Pakar perairan Lamedai dengan titik koordinat 04 derajat 15,6 Lintang Selatan dan 121 derajat 35,4 Lintang Timur," ujarnya.
Sementara itu, salah seorang ABK Tagboat itu asal Pontianak, Hendrik (28) di Kantor SAR Kolaka, mengatakan, saat menarik tongkang yang berisi tambang ore nikel dari Pomalaa, secara tiba-tiba tagboat dihantam ombak besar, sehingga kandas di Tanjung Pakar.
"Beruntung mesin tagboat tidak mati, sehingga bisa mengimbangi hantaman ombak besar itu," katanya.
Hendrik juga mengatakan, selain dirinya yang dievakuasi oleh tim SAR, juga ada beberapa ABK, warga Oko-Oko Kecamatan Pomalaa di antaranya Hamzah (35), Senry (32), Tahir (40) dan Beddu (40).
Menurut Hendrik, kapal tongkang yang kandas tersebut sedang mengangkut 5.000 metrik ton ore nikel milik PT. TRK, yang rencananya akan dipindahkan ke sebuah kapal besar yang berada di perairan Lamedai. (Ant).
Pewarta : Darwis Sarkani
Editor:
Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
