
Harga Semen Di Kendari Melambung

"Beberapa toko yang kami datangi, stok semennya kosong, kalaupun ada toko yang jual itu stoknya sangat tipis,"
Kendari (ANTARA News) - Harga semen di Kota Kendari Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra) terus melambung menyusul langkanya bahan baku bangunan tersebut di daerah itu dengan harga tertinggi mencapai Rp67.500 per sak.
Kepala Seksi Pengembangan Pasar Bidang Perdagangan Dalam Negeri Dinas Perindustrian dan Perdagangan Sultra, Darmin, di Kendari, Kamis, mengatakan, berdasarkan hasil penelusuran bahan bangunan jenis semen disejumlah toko bangunan, bahan baku bangunan itu saat ini susah didapati di pasaran.
"Beberapa toko yang kami datangi, stok semennya kosong, kalaupun ada toko yang jual itu stoknya sangat tipis," kata Darmin.
Ia mengatakan, dari tiga merek semen yang biasanya banyak beredar di Kendari, yakni Bosowa, Tonasa dan Tigaroda, kini susah ditemui, hanya ada beberapa merek Tigaroda.
"Kalau semen Tonasa dan Bosowa, masih kami temukan pada beberapa toko, tetapi stoknya paling hanya tiga sampai lima sak," kata Darmin.
Menurutnya, kelangkaan semen ini mengakibatkan harga semen melonjak, dari harga sebelumnya atau beberapa minggu lalu.
"Semen Tonasa, saat ini dijual seharga Rp67.500 per sak, sebelumnya dijual dengan harga Rp61 ribu per sak," kata Darmin.
Sementara harga semen Bosowa saat ini dijual dengan harga Rp61 ribu per sak, padahal sebelumnya dijual dengan harga Rp59.ribu per sak.
"Sementara harga semen Tigaroda, normalnya dijual Rp60 ribu per sak, tetapi sekarang kami tidak tau dijual berapa, karena kami belum menemukan ada toko yang menjualnya," katanya.
Ia memejelaskan, pihaknya merasa heran, kenapa tiba-tiba semen menjadi langka seperti ini, padahal pihak pabrikan yang sudah dihubungi mengaku lancar melakukan distribusi semen ke wilayah Sultra berdasarkan pesanan dari distributor.
Menurut Darmin, berdasarkan hasil komunikasi dengan beberapa distributor yang ada di Kota Kendari, bahan bangunan semen masih dalam perjalanan menuju Kendari.
"Semoga saja dalam dua tiga hari ke depan, semen yang dalam perjalanan menggunakan kapal, sudah bisa membongkar di pelabuhan Kendari, sehingga kondisi stok semen di Kendari aman," pungkasnya.(Ant).
Pewarta : Suparman
Editor:
Laode Masrafi
COPYRIGHT © ANTARA 2026
