Logo Header Antaranews Sultra

Tim Sukses `Azan` Perkuat Barisan

Sabtu, 17 Desember 2011 09:53 WIB
Image Print

Kendari (ANTARA News) - Tim sukses pasangan Azhari - La Naba (Azan), calon bupati - wakil bupati Buton, Provinsi Sulawesi Tenggara (Sultra), memperkuat barisan utnuk memenangkan pasangan tersebut.

"Pagi ini, kami menggelar rapat mengeuvaluasi kerja tim di lapangan. Dari hasil evaluasi tersebut akan kami jadikan bahan untuk memperkuat barisan, menggalang dukungan masyarakat, terutama di wilayah-wilayah desa terpencil," kata Ketua Tim keluarga pasangan Azan, Afka Lamane di Kendari, Sabtu.

Menurut Afka, tim sukses pasangan `Azan` yang bekerja di lapangan saat ini terus melakukan sosialisasi kepada masyarakat pemilih yang tersebar di 21 kecamatan di Buton.

Hal itu dilakukan kata dia, karena setelah pilkada pertama selesai, di masyarakat dihembuskan isu bahwa pasangan `Azan` tidak ikut lagi pilkada ulang karena sudah kehabisan `amunisi` atau biaya operasional.

Padahal ujarnya, justeru yang paling siap untuk mengikuti pemungutan suara ulang (PSU) saat ini adalah pasangan `Azan`.

"Pasangan `Azan` siap mengikuti pilkada, kapan pun pihak KPU menyelenggarakan pesta demokrasi tersebut," katanya.

Selain isu kehabisan amunisi, kata Afka, pasangan `Azam` juga diisukan tidak akan lolos vesifikasi faktual berkas administrasi pasangan calon, karena partai pendukungnya dianggap tidak memenuhi syarat, tidak mencapai 15 persen perolehan suara pada Pemilu 2009.

Padahal ujar Afka pasangan `Azam` yang didukung PPP, PKB dan Barnas memiliki suara pada Pemilu 2009, sebesar 16,45 persen.

"Semua itu dihembuskan untuk melemahkan dukungan masyarakat terhadap pasangan `Azam`, terutama di wilayah-wilayah yang menjadi basis pendudkung Azam seperti Mawasangka, Talaga, Kadatua, Siompu, Gu dan Lakudo serta Sangia Wambulu," katanya.

Makanya, jelas Afka untuk membendung isu yang sudah meluas di tengah masyarakat itu, kami dari tim keluarga berupaya menguatkan barisan, agar isu-isu tersebut bisa terbantahkan.

"Kami sangat optimistis, pada pilkada ukang pasangan `Azam` akan memperoleh suara yang signifikan dan bisa memenangkan pilkada Buton," katanya.

KPU Buton menyelenggarakan pilkada pada 4 Agustus 2011, diikuti sembilan pasangan calon bupati - wakil bupati Buton periode 2011 - 2016.

Hasilnya, pasangan Agus Feisal - Yaudu Salam Adjo yang dijagokan Partai Golkar dan PKS, memperoleh suara terbanyak, yakni 32 persen dari suara sah sebanyak 126.000 lebih.

Sedangkan pasangan `Azan` sendiri berada pada posisi dengan perolehan suara sebesar 22,72 persen dan urutan kedia ditempti pasangan Umar Samiun - La Bakrie dengan peroleh suara 24,52 persen.

Namun salah satu pasangan pasangan calon bupati - wakil bupati, Uku-Dani yang digugurkan oleh KPU, mengugat proses pilkada tersebut ke MK.

Hasilnya, majelis hakim MK dalam sidang pada 21 September 2011, mengabulkan gugatan Uku-Dani dan memerintahkan KPU Buton untuk melakukan proses ulang pilkada Buton. (Ant).



Pewarta :
Editor:
COPYRIGHT © ANTARA 2026