
Pelni Baubau layani penumpang capai 298.405 orang sepanjang semester I 2026

Baubau (ANTARA) - PT Pelayaran Nasional Indonesia atau Pelni (Persero) Cabang Baubau, Sulawesi Tenggara (Sultra), mencatat telah melayani penumpang kapal dari dan ke pelabuhan Murhum Baubau mencapai 298.405 orang sepanjang semester pertama (Januari - Juni) tahun 2026.
Berdasarkan data PT Pelni Baubau menyebutkan bahwa penumpang berangkat atau naik sebanyak 145.641 dan penumpang turun atau tiba berjumlah 152.764 orang. Sedangkan arus pengguna jasa pada periode yang sama tahun sebelumnya, untuk penumpang naik mencapai 139.548 orang dan penumpang turun sebanyak 144.672 jiwa.
Dari jumlah pengguna jasa kapal Pelni tersebut, untuk persentase kenaikan penumpang sebesar 0.044 persen, dan penumpang turun sebanyak 0.056 persen.
"Kalau prediksi kita pasti ada peningkatan dibanding tahun lalu. Peningkatan itu ada beberapa faktor, pertama adanya kenaikan BBM itu kan otomatis harga tiket pesawat naik. Jadi banyak yang menengah ke bawah yang mungkin tadinya biasa menggunakan transportasi pesawat, sekarang menggunakan kapal laut," ujar Kepala PT Pelni Cabang Baubau, Mohamad Lutfi Israr Sutan di Baubau, Kamis.
Kemudian, kata Lutfi, peningkatan dari faktor lainnya juga adanya masa liburan sekolah dan kegiatan-kegiatan yang dilaksanakan di luar kepulauan Buton atau diluar Baubau.
Lutfi mengatakan bahwa arus jumlah penumpang dibanding dari tahun sebelumnya juga secara nasional ada peningkatan.
Di samping itu, Lutfi mengatakan bahwa pihaknya akan menerapkan sistem digitalisasi atau daring untuk pembelian tiket dalam hal ini melalui fitur aplikasi-aplikasi, kanal-kanal yang bekerja sama dengan PT Pelni.
"Kita kan punya Pelni Mobile, Link 162 dan Web Pelni, terus semua bank-bank Himbara itu bekerja sama juga dengan kita, yakni Living BCA, Living Mandiri, Brimo, jadi bisa beli tiket lewat itu," ujarnya.
Ia juga memgatakan bahwa kedepannya pihaknya akan mengurangi loket bahkan akan tutup. Travel-travel nantinya akan menggunakan Brilink, sehingga sudah tidak ada ikatan dengan Pelni.
"Jadi dia (travel) sudah tidak lewat dengan kita lagi, artinya sudah tidak ada kontrak lagi nanti dengan kita," ungkapnya.
Hal itu, kata dia, untuk lebih memberikan kemudahan pelayanan dengan menghindari antrian-antrian di loket dan tidak membeli tiket melalui orang yang tidak bertanggungjawab atau calo.
Ia juga mengimbau kepada calon penumpang agar tidak memaksakan diri naik ke atas kapal tanpa identitas atau memiliki tiket resmi, karena akan merugikan diri yang bersangkutan.
Pewarta : La Ode Muh. Deden Saputra/Yusran
Editor:
Zabur Karuru
COPYRIGHT © ANTARA 2026
