Kendari (ANTARA) - Bupati Muna Barat (Mubar), Sulawesi Tenggara, La Ode Darwin, resmi membuka rute penyeberangan kapal feri Tondasi Mubar menuju Torobulu Konawe Selatan (Konsel).

"Hari ini merupakan Jumat berkah di bulan Ramadhan, dimana warga masyarakat Muna Barat telah lama menantikan jalur lintas penyeberangan feri Tondasi- Torobulu  dan hari ini telah resmi beroperasi," kata Bupati Mubar Darwin, saat di atas KMP Rubia di Tondasi, Jumat.

Serangkaian peresmian perdana kapal feri KMP Rubia  ditandai dengan pengguntingan vita oleh Bupati Mubar didampingi wakil bupati Ali Basa dan Sekda Husen Tali dan pimpinan dan anggota DPRD Mubar dan Forkopimda Mubar.

Sementara di atas kapal feri sudah ada menanti Kadis Perhubungan Sultra Muhammad Rajulan dan General Manajer PT.ASDP Cabang Baubau Jamaluddin bersama kru kapal KMP Rubia.

Penyeberangan feri Tondasi (Muna Barat) menuju Torobulu (Konawe Selatan) sebagai alternatif untuk mengurai kemacetan arus mudik saat menjelang Lebaran 2025.

"Saat ini feri penyeberangan Tondasi menuju Kasipute (Bombana) hanya dua kali dalam seminggu, karena kapal feri milik PT ASDP itu juga melayani rute lain di wilayah Baubau, Pulau Kabaena, dan wilayah lainnya," kata  La Ode Darwin.

Ia mengatakan pembukaan jalur penyeberangan feri Tondasi-Torobulu merupakan bagian dari program 100 hari kerja serta selaras dengan program 100 hari kerja Gubernur dan Wakil Gubernur Sultra  Andi Sumangerukka - Hugua.

"Peresmian feri KMP Rubia hari ini sebagai pra peresmian dan resminya nanti kita harapkan bapak Gubernur ASR yang akan hadir langsung di Mubar  dirangkaikan dengan peresmian tambahan dermaga pelabuhan, tutur Darwin.

 

AMP Bupati Muna Barat La Ode Darwin (kiri) saat bersalaman dengan Kadis Perhubungan Sultra Muhammad Rajulan dan GM PT ASDP Cabang Baubau Jamaluddin pada peresmian lintas penyeberangan feri KMP Rubia yang melayani penumpang Tondasi-Torobulu, pada Jumat. (Antara/Azis Senong)


Sementara itu, Kadis Perhubungan Sultra Muhammad Rajulan mengapresiasi langka cepat bupati Muna Barat dalam pengoperasian jalur lintas penyeberangan feri Tondasi Torobulu.

"Jujur saya katakan bahwa proses pengoperasian lintas Tondasi-Torobulu di bawa tangan seorang bupati La Ode Darwin begitu cepat hanya berjalan satu bulan. Padahal biasanya waktunya itu 3-4 bulan," kata Rajulan.

Hal senada diungkapkan GM PT.ASDP Cabang Baubau Jamaluddin mengatakan rasa terima kasih pada Pemkab Mubar yang memberi kepercayaan pada ASDP yang telah memberi izin lintas di perairan laut Tondasi-Torobulu.

"Insya Allah, ASDP sebagai perusahaan milik negara siap melayani jalur penyeberangan Tondasi  Torobuli setiap hari," ujar Jamaluddin.

Ia juga berharap, dengan beroperasinya KMP Rubia di lintas Tondasi-Torobulu, masyarakat sebagai pengguna jasa angkutan laut bisa bersama-sama menjaga kapal imi dengan baik.
 

Suasana foto bersama dengan kru KMP Rubia dengan bupati Mubar, Kadis Perhubungan Sultra dan GM ASDP Cabang Baubau. (Antara/Azis Senong)



Pewarta : Azis Senong/Adryan Lusa
Editor : Abdul Azis Senong
Copyright © ANTARA 2025