Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal mengatakan bahwa penghapusan ambang batas parlemen (parliamentary threshold) dapat membuat problem baru.
Menurut dia, adanya fraksi kecil di DPR RI menjadi sebuah problem karena saat mengambil sebuah keputusan diperkirakan tidak bisa bulat.
Oleh sebab itu, dia mengatakan bahwa perlu kajian-kajian yang komprehensif mengenai rencana penghapusan ambang batas parlemen.
“Pasti nanti public hearing (dengar pendapat publik, red.) akan terjadi. Kayak beliau-beliau (akademisi, pengamat) pasti akan terlibat, bagaimana memberikan masukan, kritik melalui forum media maupun kami undang di DPR,” ujarnya.
Ia juga menjelaskan bahwa DPR RI juga akan turun ke bawah untuk menyerap aspirasi mengenai sistem pemilu atau sistem perpolitikan yang terbaik, sehingga diharapkan betul-betul sesuai dengan harapan rakyat.
“Kami juga kan masa sidang baru besok dimulai, bagaimana pimpinan menyikapi putusan MK (Mahkamah Konstitusi) yang dikembalikan kepada pembuat undang-undang ini akan kami sikapi, masuk dalam prosedur,” katanya.
Sebelumnya, Menteri Koordinator Bidang Hukum, Hak Asasi Manusia, Imigrasi, dan Pemasyarakatan Yusril Ihza Mahendra menyebut MK berpeluang membatalkan parliamentary threshold sebesar empat persen suara sah nasional.
“Setelah ada putusan presidential threshold (ambang batas pencalonan presiden dan wakil presiden), kemungkinan besar MK juga membatalkan parliamentary threshold yang selama ini selalu dipersoalkan oleh partai-partai politik,” kata Yusril Ihza Mahendra di Denpasar, Bali, Senin (13/1) malam.
Adapun MK pada 29 Februari 2024 mengeluarkan Putusan Nomor 116/PUU-XXI/2023 yang meminta pembentuk undang-undang untuk mengatur ulang besaran angka dan persentase ambang batas parlemen dalam Undang-Undang Nomor 7 Tahun 2017 tentang Pemilu agar lebih rasional.
“Kalau parliamentary threshold-nya dinolkan, presidential threshold segala macam, atau parliamentary threshold-nya diperkecil, nanti kebanyakan partai itu. Nanti ada fraksi-fraksi kecil kayak dulu,” kata Cucun dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (17/1) malam.
DPR: Ambang batas parlemen dihapus bisa bikin problem baru
Sabtu, 18 Januari 2025 4:17 WIB
Wakil Ketua DPR RI Cucun Ahmad Syamsurijal (kiri) dalam sebuah diskusi di Jakarta, Jumat (17/1/2025). (ANTARA/HO-PKB)
Pewarta : Rio Feisal
Editor : Sarjono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menkeu Purbaya meyakini keraguan Moody's bakal hilang usai lihat kinerja RI
06 February 2026 13:28 WIB
AHY optimistis pertumbuhan ekonomi dorong Indonesia keluar dari middle income trap
05 February 2026 15:08 WIB
Sepanjang tahun 2025, KPK laksanakan 11 OTT dan tangani 48 perkara gratifikasi
28 January 2026 12:40 WIB
Presiden Prabowo dorong terobosan atasi kekurangan lebih dari 100 ribu dokter
15 January 2026 11:56 WIB
Terpopuler - Hukum & Politik
Lihat Juga
Bertemu Apindo di Hambalang, Prabowo dorong penciptaan lapangan kerja baru
10 February 2026 7:24 WIB
KPK ungkap kasus korupsi Kepala Kantor Pelayanan Pajak Madya Banjarmasin berawal dari minta uang apresiasi
06 February 2026 11:15 WIB
KPK ungkap Kepala KPP Madya Banjarmasin Mulyono pakai uang korupsi untuk DP rumah
06 February 2026 11:14 WIB
KPK OTT Kantor Pelayanan Pajak Banjarmasin dan sita Rp1,5 M berupa uang dan bukti transaksi
06 February 2026 11:12 WIB
KPK tetapkan enam tersangka kasus suap dan gratifikasi impor barang di Ditjen Bea Cukai
06 February 2026 9:07 WIB