Komisi VII minta pemerintah berikan perhatian ke UMKM dan IKM
Senin, 2 Desember 2024 9:05 WIB
Perajin menyelesaikan kerajinan anyaman rotan di salah satu usaha mikro kecil dan menengah (UMKM) kawasan Pasar Minggu, Jakarta. ANTARA FOTO/M Risyal Hidayat/wsj.
Jakarta (ANTARA) - Wakil Ketua Komisi VII DPR RI Chusnunia Chalim meminta pemerintah untuk tetap memberikan perhatian kepada usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan industri kecil dan menengah (IKM).
Chusnunia Chalim menyambut baik terkait kabar kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2025 sebesar 6,5 persen.
“Terkait upah minimum yang naik 6,5 persen itu, tentu kalau dari sisi untuk kesejahteraan pekerja kita sangat mendukung,” ujarnya di Jakarta, Senin.
Meski begitu Chusnunia meminta agar pemerintah tetap memperhatikan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan industri kecil dan menengah (IKM).
Pemerintah dapat memberikan perhatian yang besar untuk mendorong pelaku UMKM dan IKM dengan cara mempermudah perizinan serta standardisasi dengan biaya yang minim.
"Standardisasi produk itu penting dan pemerintah harus hadir di standardisasi produk karena memakan biaya besar dan butuh kemampuan bagi UMKM. Untuk dapat hal itu, biaya dan kemampuan untuk mencapai standardisasi itu effort-nya besar, pemerintah harus hadir di sini, di ruang-ruang ini," kata Chusnunia.
Dia juga mengimbau pemerintah untuk melakukan mitigasi yang menyangkut kemampuan implementasi.
Dirinya sangat berharap, agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) atau pindahnya investasi ke negara lain yang menawarkan upah buruh lebih rendah.
"Pada prinsipnya pemerintah tetap harus memperjuangkan kesejahteraan dan keberlangsungan usaha. Semua harus seimbang. Program-program intervensi seperti keringanan pajak dan pemenuhan kebutuhan infrastruktur Industri penting untuk diatensi pemerintah," ujarnya.
Sebagai informasi, Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2025 sebesar 6,5 persen.
Pengumuman kenaikan UMP tersebut disampaikan langsung di Istana Kepresidenan, Jakarta pada 29 November 2024.
Chusnunia Chalim menyambut baik terkait kabar kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2025 sebesar 6,5 persen.
“Terkait upah minimum yang naik 6,5 persen itu, tentu kalau dari sisi untuk kesejahteraan pekerja kita sangat mendukung,” ujarnya di Jakarta, Senin.
Meski begitu Chusnunia meminta agar pemerintah tetap memperhatikan usaha mikro, kecil, dan menengah (UMKM) dan industri kecil dan menengah (IKM).
Pemerintah dapat memberikan perhatian yang besar untuk mendorong pelaku UMKM dan IKM dengan cara mempermudah perizinan serta standardisasi dengan biaya yang minim.
"Standardisasi produk itu penting dan pemerintah harus hadir di standardisasi produk karena memakan biaya besar dan butuh kemampuan bagi UMKM. Untuk dapat hal itu, biaya dan kemampuan untuk mencapai standardisasi itu effort-nya besar, pemerintah harus hadir di sini, di ruang-ruang ini," kata Chusnunia.
Dia juga mengimbau pemerintah untuk melakukan mitigasi yang menyangkut kemampuan implementasi.
Dirinya sangat berharap, agar tidak terjadi pemutusan hubungan kerja (PHK) atau pindahnya investasi ke negara lain yang menawarkan upah buruh lebih rendah.
"Pada prinsipnya pemerintah tetap harus memperjuangkan kesejahteraan dan keberlangsungan usaha. Semua harus seimbang. Program-program intervensi seperti keringanan pajak dan pemenuhan kebutuhan infrastruktur Industri penting untuk diatensi pemerintah," ujarnya.
Sebagai informasi, Presiden RI Prabowo Subianto mengumumkan kenaikan Upah Minimum Provinsi (UMP) 2025 sebesar 6,5 persen.
Pengumuman kenaikan UMP tersebut disampaikan langsung di Istana Kepresidenan, Jakarta pada 29 November 2024.
Pewarta : Aji Cakti
Editor : Faidin
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ekspor melonjak, perdagangan besi dan baja Indonesia surplus 18 miliar Dolar AS pada 2025
04 February 2026 12:56 WIB
Program nikah gratis Kemenag Sultra diikuti 2.631 pasangan sepanjang 2025
03 February 2026 18:16 WIB
Belanja Negara Sultra 2025 nyaris 100 persen, transfer ke daerah Rp18,16 triliun
29 January 2026 14:21 WIB
DJPb catat realisasi penyaluran KUR 2025 di Sultra Rp4 triliun dengan 79.450 debitur
29 January 2026 11:19 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
Pemprov Sultra perkuat sarana penghubung antarpulau guna tingkatkan perekonomian
07 February 2026 18:49 WIB
Danantara soroti pentingnya reformasi kelembagaan usai revisi outlook moody's
06 February 2026 14:52 WIB
Menkeu Purbaya meyakini keraguan Moody's bakal hilang usai lihat kinerja RI
06 February 2026 13:28 WIB
AHY optimistis pertumbuhan ekonomi dorong Indonesia keluar dari middle income trap
05 February 2026 15:08 WIB
Menko Zulhas targetkan 30 Ribu bangunan Kopdes Merah Putih rampung Mei--Juni
05 February 2026 13:40 WIB