Mebiso beri cek merek gratis ribuan mahasiswa se-Indonesia di Kendari
Rabu, 23 Oktober 2024 20:05 WIB
CEO Mebiso, Hesti Rosa (kanan) saat menyerahkan penghargaan kepada salah satu peserta KMI Expo 2024 di Kendari, Rabu. (Antara/HO- Istimewa)
Kendari (ANTARA) - Platform kekayaan intelektual Mebiso memberikan pemahaman kepada 3.700 mahasiswa se-Indonesia mengenai pentingnya pendaftaran merek bagi usaha.
"Edukasi ini diberikan dalam kegiatan Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo 2024 di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra)," kata CEO Mebiso, Hesti Rosa di Kendari, Rabu.
Ia.mengatakan, pemerintah melalui Kemendikbud Ristek melakukan berbagai upaya untuk mencetak wirausaha mahasiswa. Sejak diluncurkan pada tahun 2022, tercatat sekitar 23.000 mahasiswa yang membangun usaha.
Salah satu program yang dilakukan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, yakni Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo. Kegiatan ini merupakan ajang tahunan yang diikuti wirausaha mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Tahun ini, pelaksanaan KMI Expo pada tahun 2024 memasuki tahun ke-15 di Universitas Halu Oleo, Kendari pada tanggal 23-25 Oktober 2024, dengan mengangkat tema “Wirausaha Rakyat Merdeka: Membangun Kolaborasi, Mengukir Masa Depan Indonesia” yang mengedepankan kolaborasi berbagai pihak untuk membangun masa depan generasi muda yang lebih baik.
Rektor Universitas Halu Oleo, Prof. Muhammad Zamrun Firihu, mengatakan bahwa KMI Expo merupakan kegiatan besar yang diinisiasi oleh Kemendikbudristek khususnya Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa).
“Kegiatan ini adalah kegiatan nasional, dengan adanya acara ini kita dapat melihat bagaimana potensi mahasiswa di bidang kewirausahaan,” ujarnya.
Ketua Pelaksana KMI Expo XV, Dr. Sarina mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 364 Perguruan Tinggi, 3.700 mahasiswa, 741 dosen pendamping, 741 produk mahasiswa dan 400 stand bazar. Kemudian untuk peserta internal diikuti 15 fakultas 1 Pascasarjana, Dharma Wanita Persatuan (DWP) UHO, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
“Adapun kegiatan utama yakni KMI Award, pameran, pendamping wirausaha terbaik, seminar kewirausahaan dan sarasehan (pertemuan). Kemudian untuk kegiatan pendukung yakni kirab budaya, poster usaha, stand up comedy dan M-reels. Serta kegiatan lokal pasar malam, lomba masak mosolori dan pameran antara fakultas UHO,” ungka dia.
Dalam kegiatan seminar kewirausahaan, Mebiso, platform jasa merek berbasis AI juga mendapatkan kesempatan untuk memberikan pemahaman terkait pentingnya pendaftaran merek bagi mahasiswa yang sudah memiliki usaha.
Dengan merek dagang yang terdaftar, bisnis akan memiliki pondasi yang kuat untuk berkembang dan bersaing di pasar.
“Pendaftaran merek adalah langkah penting yang perlu dipahami mahasiswa sejak dini. Dengan melindungi ide dan inovasi melalui pendaftaran merek, mereka tidak hanya mengamankan hak eksklusif atas karya mereka, tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk kesuksesan jangka panjang di dunia profesional,” papar Hesti Rosa.
Hesti menguraikan, para mahasiswa yang sudah memiliki bisnis tidak perlu menunda pendaftaran merek. Sebab, prinsip perlindungan merek di Indonesia bersifat first to file.
“Artinya siapa cepat dia berhak. Pelaku usaha yang sudah mendaftarkan merek akan mendapatkan hak eksklusif setelah sertifikat mereknya terbit. Perlindungan merek ini diberikan sejak pendaftaran merek dimohonkan,” tuturnya.
"Edukasi ini diberikan dalam kegiatan Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo 2024 di Universitas Halu Oleo (UHO) Kendari, Sulawesi Tenggara (Sultra)," kata CEO Mebiso, Hesti Rosa di Kendari, Rabu.
Ia.mengatakan, pemerintah melalui Kemendikbud Ristek melakukan berbagai upaya untuk mencetak wirausaha mahasiswa. Sejak diluncurkan pada tahun 2022, tercatat sekitar 23.000 mahasiswa yang membangun usaha.
Salah satu program yang dilakukan oleh Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan, yakni Kewirausahaan Mahasiswa Indonesia (KMI) Expo. Kegiatan ini merupakan ajang tahunan yang diikuti wirausaha mahasiswa dari berbagai perguruan tinggi di seluruh Indonesia.
Tahun ini, pelaksanaan KMI Expo pada tahun 2024 memasuki tahun ke-15 di Universitas Halu Oleo, Kendari pada tanggal 23-25 Oktober 2024, dengan mengangkat tema “Wirausaha Rakyat Merdeka: Membangun Kolaborasi, Mengukir Masa Depan Indonesia” yang mengedepankan kolaborasi berbagai pihak untuk membangun masa depan generasi muda yang lebih baik.
Rektor Universitas Halu Oleo, Prof. Muhammad Zamrun Firihu, mengatakan bahwa KMI Expo merupakan kegiatan besar yang diinisiasi oleh Kemendikbudristek khususnya Direktorat Pembelajaran dan Kemahasiswaan (Belmawa).
“Kegiatan ini adalah kegiatan nasional, dengan adanya acara ini kita dapat melihat bagaimana potensi mahasiswa di bidang kewirausahaan,” ujarnya.
Ketua Pelaksana KMI Expo XV, Dr. Sarina mengungkapkan bahwa kegiatan tersebut diikuti oleh 364 Perguruan Tinggi, 3.700 mahasiswa, 741 dosen pendamping, 741 produk mahasiswa dan 400 stand bazar. Kemudian untuk peserta internal diikuti 15 fakultas 1 Pascasarjana, Dharma Wanita Persatuan (DWP) UHO, Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
“Adapun kegiatan utama yakni KMI Award, pameran, pendamping wirausaha terbaik, seminar kewirausahaan dan sarasehan (pertemuan). Kemudian untuk kegiatan pendukung yakni kirab budaya, poster usaha, stand up comedy dan M-reels. Serta kegiatan lokal pasar malam, lomba masak mosolori dan pameran antara fakultas UHO,” ungka dia.
Dalam kegiatan seminar kewirausahaan, Mebiso, platform jasa merek berbasis AI juga mendapatkan kesempatan untuk memberikan pemahaman terkait pentingnya pendaftaran merek bagi mahasiswa yang sudah memiliki usaha.
Dengan merek dagang yang terdaftar, bisnis akan memiliki pondasi yang kuat untuk berkembang dan bersaing di pasar.
“Pendaftaran merek adalah langkah penting yang perlu dipahami mahasiswa sejak dini. Dengan melindungi ide dan inovasi melalui pendaftaran merek, mereka tidak hanya mengamankan hak eksklusif atas karya mereka, tetapi juga membangun fondasi yang kuat untuk kesuksesan jangka panjang di dunia profesional,” papar Hesti Rosa.
Hesti menguraikan, para mahasiswa yang sudah memiliki bisnis tidak perlu menunda pendaftaran merek. Sebab, prinsip perlindungan merek di Indonesia bersifat first to file.
“Artinya siapa cepat dia berhak. Pelaku usaha yang sudah mendaftarkan merek akan mendapatkan hak eksklusif setelah sertifikat mereknya terbit. Perlindungan merek ini diberikan sejak pendaftaran merek dimohonkan,” tuturnya.
Pewarta : Andika/Ahimsa Krisna
Editor : Abdul Azis Senong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ditjenpas beri remisi Natal kepada 41 warga binaan berkelakuan baik di Sultra
25 December 2025 15:13 WIB
Anak anak pengungsi di Agam cita-citakan jadi tentara, Prabowo minta Menhan beri arahan
18 December 2025 12:15 WIB
Gubernur Sultra beri penghargaan ke daerah pembentuk desa tangguh bencana
24 November 2025 17:41 WIB
Pelni Baubau beri diskon tiket untuk semua rute di periode Natal-Tahun Baru
21 November 2025 21:15 WIB
Lapas Kendari beri pelatihan kerja 80 warga binaan untuk bekal ketika bebas
17 November 2025 18:59 WIB
Pemprov Sultra beri bantuan modal usaha Rp2,5 juta kepada 145 KPM lewat program UEP
10 November 2025 14:13 WIB
Bupati Konawe beri kuliah praktisi mahasiswa FISIP UHO tekankan akurasi data dan peran teknologi
28 October 2025 14:05 WIB
Terpopuler - Seputar Sultra
Lihat Juga
BPBD catat zona rawan gempa bumi capai 3,8 juta hektare yang tersebar di Sultra
03 February 2026 21:41 WIB
Kementerian ESDM survei tiga desa di Muna untuk elektrifikasi pedesaan periode 2026--2027
26 January 2026 17:11 WIB