China-Vatikan perpanjang perjanjian pengangkatan uskup
Rabu, 23 Oktober 2024 11:45 WIB
Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian di Beijing, China (ANTARA/Desca Lidya Natalia)
Beijing (ANTARA) - Pemerintah China dan Tahta Suci Vatikan memperpanjang perjanjian sementara soal pengangkatan uskup di Tiongkok.
"Pencapaian dalam pelaksanaan perjanjian ini telah dipuji oleh kedua belah pihak. China dan Vatikan melalui konsultasi yang bersahabat, telah sepakat untuk memperpanjang perjanjian tersebut selama empat tahun lagi," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian di Beijing pada Selasa (22/10).
Sejak ditandatangani pada 2018, menurut Lin Jian, perjanjian sementara mengenai pengangkatan uskup antara China dan Vatikan telah diperpanjang masing-masing pada 2020 dan 2022.
Hal tersebut merupakan upaya Paus Fransiskus untuk menjembatani perbedaan yang sudah berlangsung lama atas kendali gereja Katolik di China.
"China dan Vatikan akan menjaga kontak dan pembicaraan dengan semangat yang konstruktif dan terus memajukan peningkatan hubungan China-Vatikan," ungkap Lin Jian.
Dalam laman resmi pemerintah Vatikan, disebutkan "Berdasarkan konsensus yang dicapai untuk penerapan efektif Perjanjian Sementara mengenai Pengangkatan Uskup", setelah konsultasi dan penilaian yang tepat, Tahta Suci dan Republik Rakyat China telah sepakat untuk memperpanjang masa berlakunya selama empat tahun sejak tanggal saat ini (22 Oktober 2024)
Disebutkan juga "Pihak Vatikan tetap berkomitmen untuk memajukan dialog yang saling menghormati dan membangun dengan Pihak China, mengingat hubungan bilateral terus berkembang demi kepentingan Gereja Katolik di China dan rakyat China secara keseluruhan".
Perjanjian itu memungkinkan komunitas Katolik di China untuk memilih uskup dan kemudian meminta Vatikan menyetujui mereka.
Kesepakatan tersebut memang dirancang untuk mendekatkan umat Katolik yang mengikuti gereja resmi yang didukung negara di China dan umat yang setia kepada Vatikan dan Paus sebagai pemimpin tertinggi gereja.
Sebelum adanya kesepakatan itu, kedua pihak berselisih soal pengangkatan uskup. China bersikeras bahwa pengangkatan uskup menjadi kewenangannya namun Tahta Suci tentu saja menolak karena pengangkatan uskup menjadi otoritasnya.
China dan Tahta Suci Vatikan diketahui telah memutuskan hubungan diplomatik pada 1951 setelah ada dugaan rencana pembunuhan terhadap pemimpin China yang melibatkan seorang pemuka Katolik.
Sekitar 12 juta umat Katolik di China terbagi menjadi gereja yang diakui negara dan gereja bawah tanah yang setia kepada Roma.
Vatikan juga merupakan satu-satunya negara di Eropa yang memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan.
"Pencapaian dalam pelaksanaan perjanjian ini telah dipuji oleh kedua belah pihak. China dan Vatikan melalui konsultasi yang bersahabat, telah sepakat untuk memperpanjang perjanjian tersebut selama empat tahun lagi," kata Juru Bicara Kementerian Luar Negeri China Lin Jian di Beijing pada Selasa (22/10).
Sejak ditandatangani pada 2018, menurut Lin Jian, perjanjian sementara mengenai pengangkatan uskup antara China dan Vatikan telah diperpanjang masing-masing pada 2020 dan 2022.
Hal tersebut merupakan upaya Paus Fransiskus untuk menjembatani perbedaan yang sudah berlangsung lama atas kendali gereja Katolik di China.
"China dan Vatikan akan menjaga kontak dan pembicaraan dengan semangat yang konstruktif dan terus memajukan peningkatan hubungan China-Vatikan," ungkap Lin Jian.
Dalam laman resmi pemerintah Vatikan, disebutkan "Berdasarkan konsensus yang dicapai untuk penerapan efektif Perjanjian Sementara mengenai Pengangkatan Uskup", setelah konsultasi dan penilaian yang tepat, Tahta Suci dan Republik Rakyat China telah sepakat untuk memperpanjang masa berlakunya selama empat tahun sejak tanggal saat ini (22 Oktober 2024)
Disebutkan juga "Pihak Vatikan tetap berkomitmen untuk memajukan dialog yang saling menghormati dan membangun dengan Pihak China, mengingat hubungan bilateral terus berkembang demi kepentingan Gereja Katolik di China dan rakyat China secara keseluruhan".
Perjanjian itu memungkinkan komunitas Katolik di China untuk memilih uskup dan kemudian meminta Vatikan menyetujui mereka.
Kesepakatan tersebut memang dirancang untuk mendekatkan umat Katolik yang mengikuti gereja resmi yang didukung negara di China dan umat yang setia kepada Vatikan dan Paus sebagai pemimpin tertinggi gereja.
Sebelum adanya kesepakatan itu, kedua pihak berselisih soal pengangkatan uskup. China bersikeras bahwa pengangkatan uskup menjadi kewenangannya namun Tahta Suci tentu saja menolak karena pengangkatan uskup menjadi otoritasnya.
China dan Tahta Suci Vatikan diketahui telah memutuskan hubungan diplomatik pada 1951 setelah ada dugaan rencana pembunuhan terhadap pemimpin China yang melibatkan seorang pemuka Katolik.
Sekitar 12 juta umat Katolik di China terbagi menjadi gereja yang diakui negara dan gereja bawah tanah yang setia kepada Roma.
Vatikan juga merupakan satu-satunya negara di Eropa yang memiliki hubungan diplomatik resmi dengan Taiwan.
Pewarta : Desca Lidya Natalia
Editor : Sarjono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Megawati Soekarnoputri dijadwalkan bertemu Paus Fransiskus di World Leaders Summit
02 February 2025 8:24 WIB, 2025
Presiden RI Jokowi apresiasi Vatikan terus serukan perdamaian di Palestina
04 September 2024 11:54 WIB, 2024
Uskup Agung Jakarta jadi Kardinal Vatikan, KBRI bakal gelar misa syukur
07 October 2019 22:31 WIB, 2019
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Jutaan dokumen kasus Epstein dirilis, Wakil Jaksa Agung AS: tak ada yang dilindungi pun
04 February 2026 13:30 WIB
Warga Gaza alami Interogasi dan perlakuan kasar Israel saat kembali lewat Rafah
04 February 2026 11:26 WIB
Gedung Putih umumkan perundingan trilateral AS--Rusia--Ukraina di Abu Dhabi
04 February 2026 8:29 WIB
AS buka peluang perundingan dengan Iran di tengah peningkatan militer di Teluk Persia
02 February 2026 12:41 WIB
PBB desak hentikan permukiman Israel, Guterres tegaskan komitmen solusi dua negara
30 January 2026 12:14 WIB
Ketegangan AS--Iran meningkat, USS Abraham Lincoln siap digunakan dalam operasi militer
27 January 2026 9:05 WIB