Dikbud Sultra siapkan program pelatihan tenun siswa SMK
Rabu, 15 Mei 2024 18:59 WIB
Kadis Dikbud Sultra,H.Yusmin (ANTARA/Andry)
Kendari (ANTARA) - Dinas Pendidikan dan Kebudayaan Provinsi Sulawesi Tenggara menyiapkan program pelatihan tenun kepada siswa SMK untuk melestarikan budaya yang ada di daerah itu.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra Yusmin, di Kendari, Rabu, mengatakan program tersebut dibuat sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian kebudayaan di Sulawesi Tenggara (Sultra) khususnya cara menenun sekaligus menjalankan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
"Yang akan diajarkan itu adalah cara menenun tetapi juga disertai penjelasan terkait sejarah dan filosofinya sebab di Sultra ini setiap daerah punya tenunan khas yang memiliki motif serta filosofi yang beda-beda," katanya.
Menurutnya, saat ini siswa SMK di Sultra telah memiliki kemampuan menjahit yang bisa dibilang sudah baik maka dari itu untuk mengembangkan kemampuan tersebut perlu diadakan peningkatan kemampuan yang lain seperti tenun ini.
"Pada akhirnya kan mereka selain bertambah kemampuannya dengan tenunan itu tadi juga sekaligus menjadi tahu terhadap kebudayaan yang dimiliki daerahnya, jadi tidak hanya tahu pakai tenun tetapi tahu cara membuat dan filosofi sejarahnya," katanya.
Ia menuturkan saat ini para penenun di Sultra mayoritas adalah orang tua sehingga perlu adanya regenerasi dengan mengajarkan cara menenun ke siswa – siswa SMK yang notabene masih muda.
Ia menambahkan sebagai keseriusan dalam program ini pihaknya telah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan kain tenun yang akan didesain untuk pakaian seragam sekolah SMA/SMK di Sultra.
“Jadi anggarannya kita siapkan lalu mengundang desainer untuk mendesain bajunya dan selanjutnya sisa SMK kitalah yang akan menjahit baju tersebut,” tambahnya.
Kepala Dinas Pendidikan dan Kebudayaan (Dikbud) Sultra Yusmin, di Kendari, Rabu, mengatakan program tersebut dibuat sebagai bentuk dukungan terhadap pelestarian kebudayaan di Sulawesi Tenggara (Sultra) khususnya cara menenun sekaligus menjalankan program Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset dan Teknologi (Kemendikbudristek).
"Yang akan diajarkan itu adalah cara menenun tetapi juga disertai penjelasan terkait sejarah dan filosofinya sebab di Sultra ini setiap daerah punya tenunan khas yang memiliki motif serta filosofi yang beda-beda," katanya.
Menurutnya, saat ini siswa SMK di Sultra telah memiliki kemampuan menjahit yang bisa dibilang sudah baik maka dari itu untuk mengembangkan kemampuan tersebut perlu diadakan peningkatan kemampuan yang lain seperti tenun ini.
"Pada akhirnya kan mereka selain bertambah kemampuannya dengan tenunan itu tadi juga sekaligus menjadi tahu terhadap kebudayaan yang dimiliki daerahnya, jadi tidak hanya tahu pakai tenun tetapi tahu cara membuat dan filosofi sejarahnya," katanya.
Ia menuturkan saat ini para penenun di Sultra mayoritas adalah orang tua sehingga perlu adanya regenerasi dengan mengajarkan cara menenun ke siswa – siswa SMK yang notabene masih muda.
Ia menambahkan sebagai keseriusan dalam program ini pihaknya telah mengalokasikan anggaran untuk pengadaan kain tenun yang akan didesain untuk pakaian seragam sekolah SMA/SMK di Sultra.
“Jadi anggarannya kita siapkan lalu mengundang desainer untuk mendesain bajunya dan selanjutnya sisa SMK kitalah yang akan menjahit baju tersebut,” tambahnya.
Pewarta : Azis Senong/Andry Denisah
Editor : Abdul Azis Senong
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Kadin Sultra dorong pemanfaatan aspal Buton untuk proyek infrastruktur nasional
14 February 2026 21:03 WIB
BI catat lonjakan transaksi QRIS di Sultra naik 184 persen pada triwulan IV 2025
13 February 2026 17:55 WIB
Bulog Sultra pastikan stok 76 ribu ton beras cukup penuhi kebutuhan Ramadhan 2026
12 February 2026 20:29 WIB
Terpopuler - Seputar Sultra
Lihat Juga
Kolaka siapkan lima puskesmas vaksin meningitis dan polio untuk layani 430 JCH
11 February 2026 14:23 WIB
Pemprov Sultra bangun dua sekolah di Kolaka Utara demi pemerataan akses pendidikan
11 February 2026 13:59 WIB
Pemkot Kendari harapkan TMMD perkuat nilai sosial dan kualitas bermasyarakat
10 February 2026 14:45 WIB