Antam UBPN Kolaka kelola sampah berbasis ekonomi
Senin, 11 Desember 2023 17:58 WIB
PT .Antam Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Kolaka, mengelola sampah terpadu berbasis ekonomi dengan menggagas program "Momahe" (Mengelolah sampah agar bernilai ekonomi). Para komunitas pengelolah sampah saat melakukan foto bersama. (Foto Antara/Darwis)
Kendari (ANTARA) - PT Aneka Tambang (ANTAM) Tbk Unit Bisnis Pertambangan Nikel (UBPN) Kolaka, Sulawesi Tenggara mengelola sampah terpadu berbasis ekonomi dengan menggagas program "Momahe" (Mengelolah sampah agar bernilai ekonomi).
"Program ini merupakan hasil dari pengembangan sebelumnya yang telah dilakukan sebelumnya di kelurahan Pomalaa, Kecamatan Pomalaa. ANTAM bekerjasama dengan komunitas Nabung Sampah, sebuah organisasi nirlaba yang mengembangkan program pengelolaan sampah berbasis teknologi dan terintegrasi," kata CEO Komunitas Nampah, Haerullah, Senin.
Program pengelolaan sampah yang dilakukan bersama Nampah telah berlangsung sejak bulan Juli 2023, dengan membentuk Kelompok Sadar Lingkungan (Pokdarling) di kelurahan Pomalaa, kabupaten Kolaka.
Pengurus Pokdarling tersebut terdiri dari anggota Persatuan Wanita Aneka Tambang (PWAT) UBPN Kolaka dan ibu-ibu PKK kelurahan Pomalaa. Kelompok ini sudah memiliki legalitas dari pemerintah kelurahan Pomalaa.
Haerulla mengatakan, impelentasi program tahap awal yang dinilai berhasil, selanjutnya ANTAM bersama Nampah memperluas cakupan program dengan menyasar pengelolaan sampah di kelurahan Kumoro.
Pemilihan dua kelurahan ini sebagai lokasi pengembangan program, dikarenakan sasaran intervensinya yang lebih mudah terkontrol karena berada dalam areal kompleks perumahan PT Antam Tbk UBPN Kolaka.
"Pada tahap ini, kami mengembangkan program dengan sasaran yang lebih besar, yakni kelurahan Pomalaa dan Kumoro, tepatnya di jalan Mawar, Seruni, Cempaka, Kenanga, Teratai dan Melati," jelas Haerulla.
Program pengelolaan sampah yang digagas Antam bersama Komunitas Nampah didesain dengan memberikan pendampingan kepada Pokdarling Kelurahan Pomalaa dan Kumoro. Secara bertahap Komunitas Nampah akan mendampingi proses pemilihan sampah dan kemudian dijual sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Haerullah mengungkapkan, program pengelolaan sampah secara terpadu mesti dilakukan secara masif, karena tekanan pengumpulan sampah terus meningkat dari tahun ke tahun.
"Khusus di kecamatan Pomalaa saja, tingkat penumpukan sampah mencapai 14 ton setiap hari. Sementara, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah kita tidak ada, hanya ANTAM yang punya. Jadi kalau sampah hanya dibiarkan begitu saja, ini akan berdampak pada buruknya kesehatan lingkungan kita, utamanya lingkungan pesisir dan laut," jelas Haerullah.
Menurut dia, sampah menjadi penyumbang terbesar atas kerusakan ekosistem laut, utamanya sampah plastik. Dari banyak penelitian di dunia, sampah plastik telah memberikan tekanan besar terhadap menurunnya daya kembang biak ikan di laut.
Dia menilai, perlu upaya nyata dari semua pihak untuk menekan laju peningkatan sampah dari tahun ke tahun.
"Salah satunya, program yang tengah dilaksanakan ini. Jadi, selain memberikan nilai tambah terhadap sampah yang dihasilkan, program ini juga mengedukasi masyarakat untuk mulai mengelola sampah yang dihasilkannya sejak dari dalam rumah," tambahnya.
Sementara itu, Marwati, salah satu warga kelurahan Kumoro yang mengikuti sosialisasi program Nampah mengakui, pengelolaan sampah yang digagas komunitas Nampah bersama ANTAM merupakan langkah maju dari upaya menekan laju peningkatan sampah di lingkungan masyarakat.
"Saya sangat senang sekali menyambut program seperti ini. Karena keberadaan sampah di dalam kompleks perumahan karyawan Antam selama ini dianggap sebagai sesuatu yang mengganggu. Selama ini sampah identik dengan sumber penyakit. Namun dengan adanya program ini, kami merasa terbantu sekali, karena sampah dapat dikelola dan menghasilkan uang juga," kata Marwati.
"Program ini merupakan hasil dari pengembangan sebelumnya yang telah dilakukan sebelumnya di kelurahan Pomalaa, Kecamatan Pomalaa. ANTAM bekerjasama dengan komunitas Nabung Sampah, sebuah organisasi nirlaba yang mengembangkan program pengelolaan sampah berbasis teknologi dan terintegrasi," kata CEO Komunitas Nampah, Haerullah, Senin.
Program pengelolaan sampah yang dilakukan bersama Nampah telah berlangsung sejak bulan Juli 2023, dengan membentuk Kelompok Sadar Lingkungan (Pokdarling) di kelurahan Pomalaa, kabupaten Kolaka.
Pengurus Pokdarling tersebut terdiri dari anggota Persatuan Wanita Aneka Tambang (PWAT) UBPN Kolaka dan ibu-ibu PKK kelurahan Pomalaa. Kelompok ini sudah memiliki legalitas dari pemerintah kelurahan Pomalaa.
Haerulla mengatakan, impelentasi program tahap awal yang dinilai berhasil, selanjutnya ANTAM bersama Nampah memperluas cakupan program dengan menyasar pengelolaan sampah di kelurahan Kumoro.
Pemilihan dua kelurahan ini sebagai lokasi pengembangan program, dikarenakan sasaran intervensinya yang lebih mudah terkontrol karena berada dalam areal kompleks perumahan PT Antam Tbk UBPN Kolaka.
"Pada tahap ini, kami mengembangkan program dengan sasaran yang lebih besar, yakni kelurahan Pomalaa dan Kumoro, tepatnya di jalan Mawar, Seruni, Cempaka, Kenanga, Teratai dan Melati," jelas Haerulla.
Program pengelolaan sampah yang digagas Antam bersama Komunitas Nampah didesain dengan memberikan pendampingan kepada Pokdarling Kelurahan Pomalaa dan Kumoro. Secara bertahap Komunitas Nampah akan mendampingi proses pemilihan sampah dan kemudian dijual sehingga memberikan nilai tambah bagi masyarakat.
Haerullah mengungkapkan, program pengelolaan sampah secara terpadu mesti dilakukan secara masif, karena tekanan pengumpulan sampah terus meningkat dari tahun ke tahun.
"Khusus di kecamatan Pomalaa saja, tingkat penumpukan sampah mencapai 14 ton setiap hari. Sementara, Tempat Pembuangan Akhir (TPA) sampah kita tidak ada, hanya ANTAM yang punya. Jadi kalau sampah hanya dibiarkan begitu saja, ini akan berdampak pada buruknya kesehatan lingkungan kita, utamanya lingkungan pesisir dan laut," jelas Haerullah.
Menurut dia, sampah menjadi penyumbang terbesar atas kerusakan ekosistem laut, utamanya sampah plastik. Dari banyak penelitian di dunia, sampah plastik telah memberikan tekanan besar terhadap menurunnya daya kembang biak ikan di laut.
Dia menilai, perlu upaya nyata dari semua pihak untuk menekan laju peningkatan sampah dari tahun ke tahun.
"Salah satunya, program yang tengah dilaksanakan ini. Jadi, selain memberikan nilai tambah terhadap sampah yang dihasilkan, program ini juga mengedukasi masyarakat untuk mulai mengelola sampah yang dihasilkannya sejak dari dalam rumah," tambahnya.
Sementara itu, Marwati, salah satu warga kelurahan Kumoro yang mengikuti sosialisasi program Nampah mengakui, pengelolaan sampah yang digagas komunitas Nampah bersama ANTAM merupakan langkah maju dari upaya menekan laju peningkatan sampah di lingkungan masyarakat.
"Saya sangat senang sekali menyambut program seperti ini. Karena keberadaan sampah di dalam kompleks perumahan karyawan Antam selama ini dianggap sebagai sesuatu yang mengganggu. Selama ini sampah identik dengan sumber penyakit. Namun dengan adanya program ini, kami merasa terbantu sekali, karena sampah dapat dikelola dan menghasilkan uang juga," kata Marwati.
Pewarta : Abdul Azis Senong
Editor : Zabur Karuru
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
PT Vale ajak masyarakat ubah sampah jadi peluang lewat kampanye lingkungan di Kolaka
06 February 2026 15:38 WIB
PT Vale salurkan 1.879 paket sembako untuk masyarakat rentan se-Kecamatan Pomalaa Kolaka
05 February 2026 12:46 WIB
Wagub Sultra Hugua resmikan PLTG 25 MW di Kolaka perkuat hilirisasi industri
01 February 2026 3:28 WIB
IPIP dan Masyarakat Adat komitmen dukung investasi aman, kondusif, dan berkelanjutan
31 January 2026 17:18 WIB
PT Vale berikan edukasi PHBS ke masyarakat guna cegah DBD di Huko-huko Kolaka
28 January 2026 12:57 WIB
Nurasia minta BPN Kolaka segera keluarkan sertifikat tanah hak miliknya di Tanggetada Kolaka
27 January 2026 11:36 WIB
Kejari Kolaka selamatkan Rp863 juta uang negara dari kasus korupsi sepanjang 2025
22 January 2026 19:09 WIB
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Ombudsman minta Pemkot Kendari tidak pilih kasih soal izin penertiban
11 December 2023 14:39 WIB, 2023