Kepala BKKBN: IDI berperan besar dalam percepatan penurunan stunting
Kamis, 23 November 2023 13:48 WIB
Para peserta Rakernas Ke-3 IDI di salah satu hotel di Kota Kendari, Kamis (23/11/2023). (ANTARA/HO-Humas IDI Sultra)
Kendari (ANTARA) - Kepala Badan Kependudukan dan Keluarga Berencana Nasional (BKKBN) Hasto Wardoyo mengatakan para dokter yang tergabung dalam Ikatan Dokter Indonesia (IDI) berperan besar dalam percepatan penurunan stunting.
"Kita apresiasi pada IDI, para dokter ini sudah terlibat dalam intervensi gizi terpadu serta berjibaku dalam pendampingan keluarga risiko stunting di kabupaten dan kota juga pada audit kasus stunting," ujar dia saat menghadiri rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ke-3 IDI di salah satu hotel di Kota Kendari, Kamis.
Selama menjabat sebagai kepala daerah hingga menjadi kepala BKKBN, ia mengaku menjumpai banyak ketimpangan karena tidak sedikit jumlah organisasi profesi yang tidak profesional.
"Saya sedih karena banyak organisasi profesi yang tidak profesional, tidak pernah bicara tentang kemajuan profesi bagi anggotanya, akan tetapi organisasi tersebut lebih dipakai untuk berpolitik praktis dan berebut kekuasaan," katanya.
Akan tetapi, kata Hasto, hal tersebut tidak ada pada IDI karena menjadi organisasi yang baik dan berfungsi sebagai organisasi pembelajaran.
Ia mengatakan anggota IDI saling terbuka menyampaikan pendapat dan melakukan perdebatan substansial dalam ruang lingkup profesi dan produktif di bidangnya.
Oleh karena itu, kata dia, IDI terus memberikan edukasi publik terutama untuk kelompok tempat sebaya dan masyarakat luas pada umumnya.
Ketua Umum Pengurus Besar IDI Mohammad Adib Khumaidi menjelaskan rakernas tersebut untuk mengembangkan pembangunan sumber daya manusia di bidang kedokteran medis sebagai bagian upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia menuju masyarakat sehat dan sejahtera.
Ketua IDI Wilayah Sulawesi Tenggara La Ode Rabiul Awal yang biasa disapa sebagai dokter Wayong mengatakan IDI organisasi yang sahih sehingga apapun tantangan yang ada akan menjadikan lebih solid dan tidak goyah.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: IDI berperan besar dalam penurunan stunting
"Kita apresiasi pada IDI, para dokter ini sudah terlibat dalam intervensi gizi terpadu serta berjibaku dalam pendampingan keluarga risiko stunting di kabupaten dan kota juga pada audit kasus stunting," ujar dia saat menghadiri rangkaian Rapat Kerja Nasional (Rakernas) Ke-3 IDI di salah satu hotel di Kota Kendari, Kamis.
Selama menjabat sebagai kepala daerah hingga menjadi kepala BKKBN, ia mengaku menjumpai banyak ketimpangan karena tidak sedikit jumlah organisasi profesi yang tidak profesional.
"Saya sedih karena banyak organisasi profesi yang tidak profesional, tidak pernah bicara tentang kemajuan profesi bagi anggotanya, akan tetapi organisasi tersebut lebih dipakai untuk berpolitik praktis dan berebut kekuasaan," katanya.
Akan tetapi, kata Hasto, hal tersebut tidak ada pada IDI karena menjadi organisasi yang baik dan berfungsi sebagai organisasi pembelajaran.
Ia mengatakan anggota IDI saling terbuka menyampaikan pendapat dan melakukan perdebatan substansial dalam ruang lingkup profesi dan produktif di bidangnya.
Oleh karena itu, kata dia, IDI terus memberikan edukasi publik terutama untuk kelompok tempat sebaya dan masyarakat luas pada umumnya.
Ketua Umum Pengurus Besar IDI Mohammad Adib Khumaidi menjelaskan rakernas tersebut untuk mengembangkan pembangunan sumber daya manusia di bidang kedokteran medis sebagai bagian upaya meningkatkan derajat kesehatan masyarakat Indonesia menuju masyarakat sehat dan sejahtera.
Ketua IDI Wilayah Sulawesi Tenggara La Ode Rabiul Awal yang biasa disapa sebagai dokter Wayong mengatakan IDI organisasi yang sahih sehingga apapun tantangan yang ada akan menjadikan lebih solid dan tidak goyah.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: IDI berperan besar dalam penurunan stunting
Pewarta : Abdul Azis Senong
Editor : Zabur Karuru
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menaker: Serikat pekerja berperan penting hadapi tantangan AI dan industri hijau
28 October 2025 8:05 WIB
Gubernur optimis Bank Sultra dapat berperan dukung hilirisasi komoditas perkebunan
25 September 2025 20:17 WIB
Rupiah melemah ke Rp 16.354/US$, Ekonom sebut demo dan faktor global berperan
29 August 2025 12:56 WIB
Menteri Nusron ingin IPPAT ikut berperan dalam transformasi layanan pertanahan
21 July 2025 13:32 WIB
Bank Dunia: Sektor swasta berperan penting dalam pertumbuhan ekonomi Indonesia
10 February 2025 16:15 WIB
Bappenas: Sektor swasta berperan strategis capai SDGs melalui energi terbarukan
09 February 2025 23:20 WIB
Terpopuler - Seputar Sultra
Lihat Juga
BPBD catat zona rawan gempa bumi capai 3,8 juta hektare yang tersebar di Sultra
03 February 2026 21:41 WIB
Kementerian ESDM survei tiga desa di Muna untuk elektrifikasi pedesaan periode 2026--2027
26 January 2026 17:11 WIB