Kantor Bahasa rancang kamus bahasa daerah dari suku Moronene Bombana
Jumat, 10 Februari 2023 13:52 WIB
Tim KBST saat berada di rumah adat di Kabupaten Bombana, Sulawesi Tenggara, Jumat (10/2/2023) (ANTARA/HO-KBST Sultra)
Kendari (ANTARA) - Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (KBST) merancang kamus bahasa daerah Suku Moronene di Kabupaten Bombana, Sultra, sebagai upaya pelestarian bahasa daerah tersebut.
Kepala Kantor Bahasa Sultra Uniawati dalam keterangan tertulisnya di Kendari, Jumat mengatakan pada tahun 2023 ini, pihaknya sedang melakukan inventarisasi bahasa Moronene di Kabupaten Bombana.
"Tim mengumpulkan data dari wilayah daratan, khususnya di Kecamatan Rumbia. Pengumpulan data kosakata dan istilah pada bahasa Moronene, selain untuk menjaring kosakata khas, unik, dan eufonik, juga sebagai bahan penyusun kamus bahasa daerah," katanya.
Ia menyebut, pengayaan kosakata terus diupayakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (KBST).
Lebih lanjut kata Uniawati, langkah pertama dalam pengayaan kosakata adalah inventarisasi kosakata dan istilah melalui pengambilan data lapangan secara langsung.
"Inventarisasi dilaksanakan selama sembilan hari, sejak 30 Januari 2023 sampai 7 Januari 2023. Ini dilakukan oleh tim dari Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Perkamusan dan Peristilahan KBST," ujar dia.
Dia menyampaikan melalui pengumpulan data ini, pihaknya juga mendapatkan informasi bahwa di Kabupaten Bombana telah dilakukan berbagai upaya untuk melestarikan dan mengembangkan bahasa daerah.
Hal tersebut dilakukan melalui mata pelajaran muatan lokal yang masih diberlakukan di jenjang sekolah dasar. Selain itu, ada upaya pendokumentasian bahasa dari pihak luar, seperti SIL, melalui David Andersen.
"Tidak hanya dari segi bahasa, mereka juga melestarikan budaya setempat, seperti perbaikan terhadap rumah adat Moronene," jelasnya.
Dia menambahkan, selain di wilayah daratan Kabupaten Bombana, pengambilan data juga akan dilaksanakan di kepulauan tepatnya di Pulau Kabaena.
Kepala Kantor Bahasa Sultra Uniawati dalam keterangan tertulisnya di Kendari, Jumat mengatakan pada tahun 2023 ini, pihaknya sedang melakukan inventarisasi bahasa Moronene di Kabupaten Bombana.
"Tim mengumpulkan data dari wilayah daratan, khususnya di Kecamatan Rumbia. Pengumpulan data kosakata dan istilah pada bahasa Moronene, selain untuk menjaring kosakata khas, unik, dan eufonik, juga sebagai bahan penyusun kamus bahasa daerah," katanya.
Ia menyebut, pengayaan kosakata terus diupayakan oleh Kantor Bahasa Provinsi Sulawesi Tenggara (KBST).
Lebih lanjut kata Uniawati, langkah pertama dalam pengayaan kosakata adalah inventarisasi kosakata dan istilah melalui pengambilan data lapangan secara langsung.
"Inventarisasi dilaksanakan selama sembilan hari, sejak 30 Januari 2023 sampai 7 Januari 2023. Ini dilakukan oleh tim dari Kelompok Kepakaran dan Layanan Profesional (KKLP) Perkamusan dan Peristilahan KBST," ujar dia.
Dia menyampaikan melalui pengumpulan data ini, pihaknya juga mendapatkan informasi bahwa di Kabupaten Bombana telah dilakukan berbagai upaya untuk melestarikan dan mengembangkan bahasa daerah.
Hal tersebut dilakukan melalui mata pelajaran muatan lokal yang masih diberlakukan di jenjang sekolah dasar. Selain itu, ada upaya pendokumentasian bahasa dari pihak luar, seperti SIL, melalui David Andersen.
"Tidak hanya dari segi bahasa, mereka juga melestarikan budaya setempat, seperti perbaikan terhadap rumah adat Moronene," jelasnya.
Dia menambahkan, selain di wilayah daratan Kabupaten Bombana, pengambilan data juga akan dilaksanakan di kepulauan tepatnya di Pulau Kabaena.
Pewarta : Muhammad Harianto
Editor : M Sharif Santiago
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
BPJS Kesehatan dan Pemprov bersinergi perkuat layanan JKN di Sulawesi Tenggara
12 May 2026 17:06 WIB
Pemerintah pusat kucurkan Rp10 miliar untuk warga terdampak banjir di Sulawesi Tenggara
12 May 2026 13:36 WIB
Terpopuler - Seputar Sultra
Lihat Juga
Pemerintah pusat kucurkan Rp10 miliar untuk warga terdampak banjir di Sulawesi Tenggara
12 May 2026 13:36 WIB
BPBD kerahkan personel evakuasi warga terdampak banjir luapan Kali Wanggu di Kendari
10 May 2026 14:04 WIB