Minggu. Kasus sembuh COVID-19 di Indonesia bertambah 3.731 orang
Minggu, 11 Desember 2022 20:01 WIB
Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin dalam Konferensi Pers usai Penyerahan DIPA dan Buku Daftar Alokasi Transfer ke Daerah TA 2023 di Istana Negara, Jakarta, Kamis (1/12/2022). ANTARA/HO-Biro Pers Setpres/Kris/aa.
Jakarta (ANTARA) - Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 melaporkan kasus sembuh COVID-19 di Indonesia bertambah sebanyak 3.731 orang pada Minggu sehingga jumlah keseluruhan hingga saat ini mencapai 6.498.757 orang.
Berdasarkan data dari Satgas yang diterima ANTARA di Jakarta, kasus positif COVID-19 mengalami tambahan sebanyak 1.589 orang sehingga total hingga sekarang ini menjadi 6.698.790 orang.
Sedangkan kasus meninggal akibat COVID-19 mengalami tambahan sebanyak 26 orang sehingga total hingga saat ini mencapai 160.224 orang.
Dengan demikian, kasus aktif COVID-19 di Tanah Air berkurang sebanyak 2.168 orang menjadi 39.809 orang. Sebanyak 33.132 spesimen diperiksa per hari ini, dan ada 2.253 suspek COVID-19.
Tambahan kasus positif COVID-19 paling banyak disumbang oleh DKI Jakarta sebanyak 603 orang. Kemudian, diikuti dengan Jawa Barat (350), Banten (170), Jawa Timur (163), dan Jawa Tengah (96).
Tambahan kasus sembuh COVID-19 paling banyak disumbang oleh DKI Jakarta yakni 1.600 orang. Kemudian, diikuti dengan Banten (571), Jawa Barat (438), DI Yogyakarta (269), Jawa Timur (175), dan Jawa Tengah (174).
Sedangkan tambahan kasus meninggal akibat COVID-19 paling banyak disumbang oleh DKI Jakarta dan Jawa Tengah dengan masing-masing lima kasus.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai penularan COVID-19 di Indonesia masih tergolong terkendali pada awal Desember 2022, beberapa pekan menjelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru.
"Alhamdulillah sampai sekarang situasi terkendali untuk penyebaran COVID-19 di Indonesia," katanya usai menghadiri acara Germas Award 2022 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Jakarta, Selasa (6/12).
layanan vaksinasi di Belitung (babel.antaranews.com)
Vaksin dosis empat
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengatakan bahwa vaksinasi COVID-19 dosis keempat di Indonesia sudah mencapai sebanyak 1.016.903 orang hingga Ahad (11/12) 2022.
Menurut data Satgas yang diterima ANTARA di Jakarta, disebiutkan total vaksinasi dosis ketiga di Indonesia hingga sekarang mencapai 67.506.011 orang. Sedangkan sebanyak 174.439.167 orang telah disuntik vaksin dosis kedua hingga saat ini.
Sedangkan jumlah vaksinasi COVID-19 dengan dosis pertama mencapai 203.827.128 orang.
Masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dan segera melakukan vaksinasi dosis penguat atau booster COVID-19.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat lanjut usia di atas 60 tahun dan tenaga kesehatan untuk segera mendapatkan dosis penguat (booster) kedua vaksin COVID-19.
"Segera lakukan booster kedua, jangan lupa booster-nya pakai IndoVac, terbukti sangat ampuh, tak kalah dari produksi luar negeri," kata Budi dalam acara vaksinasi COVID-19 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (24/11).
Sementara Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Mohammad Syahril di Jakarta, Rabu (23/11), mengatakan lansia memiliki faktor risiko kematian yang tinggi jika terinfeksi Virus Corona.
"Kami mengimbau kepada masyarakat yang memang belum divaksinasi ataupun vaksinasinya belum lengkap, agar secepatnya dilengkapi. Jangan menunda dan jangan pilih-pilih vaksin, karena vaksinasi terbaik adalah vaksinasi yang dilakukan sekarang juga,” katanya.
Vaksinasi COVID-19 booster kedua untuk lansia, bisa diberikan sekurang-kurangnya enam bulan sejak booster pertama diberikan, demikian Mohammad Syahril.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kasus sembuh COVID-19 bertambah 3.731 orang
Berdasarkan data dari Satgas yang diterima ANTARA di Jakarta, kasus positif COVID-19 mengalami tambahan sebanyak 1.589 orang sehingga total hingga sekarang ini menjadi 6.698.790 orang.
Sedangkan kasus meninggal akibat COVID-19 mengalami tambahan sebanyak 26 orang sehingga total hingga saat ini mencapai 160.224 orang.
Dengan demikian, kasus aktif COVID-19 di Tanah Air berkurang sebanyak 2.168 orang menjadi 39.809 orang. Sebanyak 33.132 spesimen diperiksa per hari ini, dan ada 2.253 suspek COVID-19.
Tambahan kasus positif COVID-19 paling banyak disumbang oleh DKI Jakarta sebanyak 603 orang. Kemudian, diikuti dengan Jawa Barat (350), Banten (170), Jawa Timur (163), dan Jawa Tengah (96).
Tambahan kasus sembuh COVID-19 paling banyak disumbang oleh DKI Jakarta yakni 1.600 orang. Kemudian, diikuti dengan Banten (571), Jawa Barat (438), DI Yogyakarta (269), Jawa Timur (175), dan Jawa Tengah (174).
Sedangkan tambahan kasus meninggal akibat COVID-19 paling banyak disumbang oleh DKI Jakarta dan Jawa Tengah dengan masing-masing lima kasus.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin menilai penularan COVID-19 di Indonesia masih tergolong terkendali pada awal Desember 2022, beberapa pekan menjelang perayaan Hari Natal dan Tahun Baru.
"Alhamdulillah sampai sekarang situasi terkendali untuk penyebaran COVID-19 di Indonesia," katanya usai menghadiri acara Germas Award 2022 di Kantor Kementerian Koordinator Bidang Pembangunan Manusia dan Kebudayaan di Jakarta, Selasa (6/12).
layanan vaksinasi di Belitung (babel.antaranews.com)
Vaksin dosis empat
Satuan Tugas (Satgas) Penanganan COVID-19 mengatakan bahwa vaksinasi COVID-19 dosis keempat di Indonesia sudah mencapai sebanyak 1.016.903 orang hingga Ahad (11/12) 2022.
Menurut data Satgas yang diterima ANTARA di Jakarta, disebiutkan total vaksinasi dosis ketiga di Indonesia hingga sekarang mencapai 67.506.011 orang. Sedangkan sebanyak 174.439.167 orang telah disuntik vaksin dosis kedua hingga saat ini.
Sedangkan jumlah vaksinasi COVID-19 dengan dosis pertama mencapai 203.827.128 orang.
Masyarakat diimbau untuk tetap menerapkan protokol kesehatan seperti menggunakan masker dan mencuci tangan dengan sabun dan air mengalir, dan segera melakukan vaksinasi dosis penguat atau booster COVID-19.
Sebelumnya, Menteri Kesehatan Budi Gunadi Sadikin meminta masyarakat lanjut usia di atas 60 tahun dan tenaga kesehatan untuk segera mendapatkan dosis penguat (booster) kedua vaksin COVID-19.
"Segera lakukan booster kedua, jangan lupa booster-nya pakai IndoVac, terbukti sangat ampuh, tak kalah dari produksi luar negeri," kata Budi dalam acara vaksinasi COVID-19 di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat, Kamis (24/11).
Sementara Juru Bicara Kementerian Kesehatan dr Mohammad Syahril di Jakarta, Rabu (23/11), mengatakan lansia memiliki faktor risiko kematian yang tinggi jika terinfeksi Virus Corona.
"Kami mengimbau kepada masyarakat yang memang belum divaksinasi ataupun vaksinasinya belum lengkap, agar secepatnya dilengkapi. Jangan menunda dan jangan pilih-pilih vaksin, karena vaksinasi terbaik adalah vaksinasi yang dilakukan sekarang juga,” katanya.
Vaksinasi COVID-19 booster kedua untuk lansia, bisa diberikan sekurang-kurangnya enam bulan sejak booster pertama diberikan, demikian Mohammad Syahril.
Berita ini telah tayang di Antaranews.com dengan judul: Kasus sembuh COVID-19 bertambah 3.731 orang
Pewarta : Martha Herlinawati Simanjuntak
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Sekda Sultra: Masyarakat tetap tenang sikapi virus Jembrana pada sapi
22 September 2024 15:45 WIB, 2024
Lebih dari delapan jam ditahan pasukan Israel, Staf PBB di Gaza dibebaskan
10 September 2024 13:34 WIB, 2024
Hampir 443.000 anak terima dosis pertama vaksinasi polio di jalur Gaza
09 September 2024 9:04 WIB, 2024
PBB meluncurkan kampanye vaksinasi polio untuk anak-anak di Jalur Gaza
02 September 2024 7:49 WIB, 2024
Terpopuler - Umum
Lihat Juga
Ombudsman minta Pemkot Kendari tidak pilih kasih soal izin penertiban
11 December 2023 14:39 WIB, 2023