Baubau (ANTARA) - Wali Kota Baubau, Sulawesi Tenggara, La Ode Ahmad Monianse meminta instansi terkait untuk menerapkan rekayasa lalu lintas khususnya pada beberapa ruas jalan di daerah itu yang sudah cukup padat utamanya saat jam-jam tertentu.
 
"Pada kesempatan ini mungkin bisa saya sampaikan ada beberapa ruas jalan yang perlu dilakukan rekayasa lalu lintas seperti misalnya jalan depan madrasah (MAN) untuk jam-jam tertentu sudah saatnya satu jalur, karena dibeberapa kali kesempatan disana sudah sangat padat," ujar Wali Kota Ahmad Monianse, saat menghadiri senam bersama dalam rangka rangkaian peringatan Hari Perhubungan Nasional (Harhubnas) tingkat daerah itu tahun 2022, di pelataran kotamara Baubau, Minggu.
 
Menurut dia, jalur dimaksud merupakan titik beberapa sekolah dan perguruan tinggi serta kepentingan masyarakat lainnya beraktifitas,  sehingga sudah saatnya pada jam 6 pagi hingga jam 6 sore dibuat satu jalur.

"Mungkin pada jam 6 ketas baru bisa dua jalur. Ini tidak lain untuk memberikan perlindungan dan kenyamanan kepada seluruh warga kota kita yang memanfaatkan ruas jalan itu, utamanya dari sektor pendidikan," ujarnya.

Selain ruas jalan itu, kata Wali Kota Monianse juga jalur yang berada di sisi selatan Pasar Karya Nugraha atau disekitar pesantren atau dekat kuburan islam dapat dibuat satu jalur, karena disekitar itu pada jam-jam tertentu sering terjadi krodit (padat).    

"Itu benar-benar sangat mengganggu dan tidak membuat nyaman, dan dikawasan itu juga masih masuk kawasan perdagangan yang juga dibutuhkan peran kita untuk memberikan rasa nyaman kepada penjual dan pembeli disekitaran jalan tersebut," katanya.

Sementara itu, Kepala Dinas Perhubungan Kota Baubau Abdul Karim mengatakan, penyampaian Wali Kota Baubau terkait adanya potensi kemacetan di beberapa titik dimaksud itu akan menjadi perhatian pihaknya untuk menindaklanjuti.

"Kalau pun pak Wali menyarankan itu satu arah pada jam-jam tertentu, kami selalu berusaha hadir disana (titik macet) berkoordinasi dengan pihak Satlantas saat jam pergi dan pulang sekolah akan membuat rekayasa," katanya.

Namun demikian pula, menurut dia, kondisi tersebut akan di pertimbangkan apakah dilakukan satu arah atau tidak perlu, tetapi yang jelas akan ada petugas-petugas Dishub yang mengatur pada saat jam masuk dan pulang sekolah.

Ia juga mengatakan, titik rawan kemacetan seperti disisi selatan pasar Karya Nugraha bila ada kegiatan pesta yang dilakukan masyarakat dengan menggunakan jalan pihaknya dapat disampaikan sehingga petugas lapangan akan turun mengurai titik-titik kemacetan yang ada.  
 

Pewarta : Yusran
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024