Harga ikan kering di pasar tradisional Kendari melonjak
Senin, 3 Januari 2022 16:52 WIB
Harga penjualan ikan asin di pasar tradisional Kendari mengalami peningkatan (Foto: ANTARA/sarjono)
Kendari (ANTARA) - Harga penjualan ikan kering di pasar tradisional di Kendari, Sulawesi Tenggara melonjak karena kurangnya pasokan dari sentra-sentra tangkapan.
Pedagang ikan kering di Mall Basah Mandonga Hamsa (52) di Kendari, Senin, mengatakan pasokan ikan kering empat bulan terakhir menurun.
"Pasokan ikan kering berbagai jenis dan ukuran turun sehingga harga pun melonjak dan mempengaruhi penjualan," kata Hamsa.
Harga ikan kering Sunu ukuran kecil seharga Rp80 ribu/Kg dari sebelumnya Rp60 ribu/Kg , ikan sunu ukuran sedang Rp120 ribu/Kg, ikan putih ukuran kecil seharga Rp40 ribu/Kg naik Rp70 ribu/Kg.
Ikan teri halus Rp130 ribu/Kg dari sebelumnya Rp90 ribu/Kg dan cumi cumi kering seharga Rp120 ribu/Kg sebelumnya Rp80 ribu/Kg.
Pasokan ikan kering di pasar-pasar penampung juga disebabkan tangkapan nelayan di daerah-daerah mengalami penurunan.
Cuaca di wilayah tangkapan dipengaruhi cuaca buruk angin kencang, ombak tinggi, arus air laut tidak menentu sehingga nelayan waspada melaut.
Sekitar empat bulan intensitas curah hujan tinggi. Belum lagi kewaspadaan terhadap penyakit mewabah, yakni demam, batuk dan demam tulang.
"Kondisi sekarang ini serba waspada. Mencari di laut di bayang-bayangi angin kencang dan gelombang tinggi. Cuaca tidak menentu sehingga rasanya serba sulit," kata H. Bolong pemilik kapal penangkap ikan.
Pedagang ikan kering di Mall Basah Mandonga Hamsa (52) di Kendari, Senin, mengatakan pasokan ikan kering empat bulan terakhir menurun.
"Pasokan ikan kering berbagai jenis dan ukuran turun sehingga harga pun melonjak dan mempengaruhi penjualan," kata Hamsa.
Harga ikan kering Sunu ukuran kecil seharga Rp80 ribu/Kg dari sebelumnya Rp60 ribu/Kg , ikan sunu ukuran sedang Rp120 ribu/Kg, ikan putih ukuran kecil seharga Rp40 ribu/Kg naik Rp70 ribu/Kg.
Ikan teri halus Rp130 ribu/Kg dari sebelumnya Rp90 ribu/Kg dan cumi cumi kering seharga Rp120 ribu/Kg sebelumnya Rp80 ribu/Kg.
Pasokan ikan kering di pasar-pasar penampung juga disebabkan tangkapan nelayan di daerah-daerah mengalami penurunan.
Cuaca di wilayah tangkapan dipengaruhi cuaca buruk angin kencang, ombak tinggi, arus air laut tidak menentu sehingga nelayan waspada melaut.
Sekitar empat bulan intensitas curah hujan tinggi. Belum lagi kewaspadaan terhadap penyakit mewabah, yakni demam, batuk dan demam tulang.
"Kondisi sekarang ini serba waspada. Mencari di laut di bayang-bayangi angin kencang dan gelombang tinggi. Cuaca tidak menentu sehingga rasanya serba sulit," kata H. Bolong pemilik kapal penangkap ikan.
Pewarta : Sarjono
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
KKP: Ikan nila jadi andalan baru ekspor perikanan Indonesia, tembus AS dan Eropa
18 May 2026 11:51 WIB
Asmo Sulsel salurkan 2.000 bibit ikan dorong kesejahteraan pembudidaya di Ambon
09 April 2026 10:41 WIB
Presiden Prabowo janji salurkan kapal tangkap ikan 5 GT hingga 30 GT ke desa nelayan
03 February 2026 9:54 WIB
Tim Pengawasan Perikanan Buton Tengah bekuk nelayan tangkap ikan pakai bom
15 January 2026 23:35 WIB
RI upayakan penyelamatan WNI ABK yang diculik bajak laut dari kapal ikan di perairan Gabon
13 January 2026 13:58 WIB
Tim SAR cari nelayan yang hilang saat jaga bagan ikan di Perairan Wanci Wakatobi
15 October 2025 11:32 WIB
Terpopuler - Ekonomi
Lihat Juga
KKP: Ikan nila jadi andalan baru ekspor perikanan Indonesia, tembus AS dan Eropa
18 May 2026 11:51 WIB