Sinovac dan CanSino mengklaim vaksinnya efektif cegah Omicron
Orang-orang yang memakai masker pelindung saat berada di dalam stasiun kereta bawah tanah menyusul kasus baru COVID-19 di Shanghai, China, Selasa (30/11/2021). Hingga saat ini sedikitnya 16 negara yang melaporkan adanya kasus varian Omicron diantaranya Afrika Selatan (77 kasus) serta Belanda dan Portugal yang melaporkan 13 kasus. ANTARA FOTO/REUTERS/Aly Song/rwa.
Studi terbaru menunjukkan suntikan ketiga vaksin inaktif Sinovac mampu menetralkan antibodi hingga dua kali lipat terhadap virus Omicron, demikian pernyataan Sinovac dikutip media China, Kamis.
Penelitian tersebut dilakukan terhadap dua kelompok, masing-masing terdiri atas 20 orang yang sudah menerima dua dosis vaksin dan 48 penerima dosis ketiga.
Tujuh dari kelompok pertama dan 45 dari kelompok kedua memberikan reaksi positif dalam menetralkan antibodi terhadap varian Omicron.
Dalam pernyataan tertulisnya, Sinovac menyatakan bahwa vaksin penguat (booster) efektif dalam meningkatkan kapasitas penetral terhadap Omicron.
Demikian halnya dengan CanSino menyatakan hal yang sama.
Setelah satu dosis vaksin rekombinan adenovirus vektor COVID-19 buatan CanSino yang diberikan sebagai booster setelah dua dosis vaksin inaktif didapati hasil bahwa antibodi penetral pseudovirus terhadap Omicron hanya akan mengalami sedikit penurunan dibandingkan dengan strain asli COVID-19.
Hal itu menunjukkan bahwa efektivitas vaksin dalam menghadapi Omicron hanya sedikit lebih rendah daripada menghadapi COVID-19, demikian menurut studi tersebut.
Namun tingkat antibodi penetral terhadap Omicron bagi orang yang mendapat suntikan CanSino 10 kali lipat lebih tinggi daripada suntikan tiga dosis vaksin inaktif.
"Kami sedang mengembangkan vaksin baru yang dapat mencegah Omicron," kata manajemen CanSino seperti dikutip Global Times.
Hingga saat ini otoritas kesehatan China mendeteksi dua kasus Omicron, masing-masing di Tianjin dan Guangzhou, yang semuanya dikategorikan sebagai kasus impor.
Pewarta : M. Irfan Ilmie
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Dokter sebut Subvarian XBB mempunyai kekhasan cepat menyebar tapi gejala ringan
01 November 2022 22:08 WIB, 2022
Jubir sebut subvarian Omicron dominasi 81 persen varian COVID-19 nasional
13 July 2022 19:18 WIB, 2022
Menkes sebut meski laju kasus 2.000 per hari, Indonesia masih di level 1
26 June 2022 17:49 WIB, 2022
Diperkirakan puncak Omicron varian baru BA.4 dan BA.5 maksimum capai 25.000 kasus per hari
16 June 2022 14:13 WIB, 2022
Di Indonesia, subvarian Omicron BA.4 dan BA.5 di Indonesia jadi 20 kasus
14 June 2022 15:48 WIB, 2022
Terpopuler - Internasional
Lihat Juga
Jutaan dokumen kasus Epstein dirilis, Wakil Jaksa Agung AS: tak ada yang dilindungi pun
04 February 2026 13:30 WIB
Warga Gaza alami Interogasi dan perlakuan kasar Israel saat kembali lewat Rafah
04 February 2026 11:26 WIB
Gedung Putih umumkan perundingan trilateral AS--Rusia--Ukraina di Abu Dhabi
04 February 2026 8:29 WIB
AS buka peluang perundingan dengan Iran di tengah peningkatan militer di Teluk Persia
02 February 2026 12:41 WIB
PBB desak hentikan permukiman Israel, Guterres tegaskan komitmen solusi dua negara
30 January 2026 12:14 WIB
Ketegangan AS--Iran meningkat, USS Abraham Lincoln siap digunakan dalam operasi militer
27 January 2026 9:05 WIB