Kendari (ANTARA) - Kantor Wilayah Direktorat Jenderal Perbendaharaan (DJPb) Sulawesi Tenggara mendorong percepatan pencairan Program Keluarga Harapan (PKH) dan Bantuan Langsung Tunai (BLT) sebagai upaya meringankan ekonomi masyarakat saat Pemberlakuan Pembatasan Kegiatan Masyarakat (PPKM).

Kepala Kanwil DJPb Sultra Arif Wibawa di Kendari, Jumat, mengatakan upaya tersebut sebagai salah satu upaya dalam Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) apalagi di masa pengetatan PPKM Mikro yang dimana masyarakat sangat terdampak akan hal itu.

"Sebagai bentuk respon kebijakan fiskal, APBN diarahkan untuk penguatan sektor kesehatan dan program Pemulihan Ekonomi Nasional (PEN) di antaranya prcepatan pencairan PKH Triwulan III dan perpanjangan BST selam dua bulan," kata dia.

DJPb Sultra mendorong percepatan pencairan PKH Triwulan III pada awal Juli 2021, bagi 9,9 juta Keluarga Penerima Manfaat (KPM).

"Pemenuhan target awal 18,8 juta KPM dan percepatan pencairan Kartu Sembako pada awal Juli 2021, dengan indeks bantuan Rp200 ribu per bulan," jelas dia.

Selain itu, perpanjangan Bansos Tunai (BST) selama 2 bulan, yaitu Juli-Agustus 2021 untuk 10 juta KPM dengan indeks bantuan Rp300 ribu per bulan, serta penambahan target Bantuan bagi Pelaku Usaha Mikro (BPUM) untuk 3 juta penerima baru (Juli – September) dengan indeks bantuan sebesar Rp1,2 juta.

"APBN juga diarahkan untuk penambahan sekitar 2,8 juta peserta baru Kartu Pra Kerja dengan indeks manfaat pelatihan Rp1 juta," jelasnya.

DJPb Sultra mencatat, realisasi anggaran program PEN di Sultra per 9 Juli 2021 mencapai Rp1,734 triliun yang di antaranya terdiri dari kluster kesehatan sebesar Rp49,8 miliar, kluster perlindungan sosial berupa PKH sebesar Rp246,17 miliar, BPNT/sembako Rp186,95 miliar, BST mencapai Rp137,18 miliar, Kartu Pra Kerja Rp186,18 miliar, dan BLT Desa sebesar Rp97,20 miliar.

Selanjutnya, klaster program prioritas yakni program Padat Karya Tunai (PKT)  Kementerian PUPR sebesar Rp269,37 miliar mempekerjakan 18.792 orang, PKT Kementerian Perhubungan sebesar Rp59,05 miliar dengan pekerja sebanyak 591 orang, realisasi PKT Kementerian Pertanian sebesar Rp10,95 miliar mempekerjakan 4.400 orang, sementara program food estate belum terdapat realisasi.

"Klaster dukungan UMKM dan Koperasi, realisasi penyaluran BPUM sebesar Rp44,98 miliar bagi 37.485 penerima dan realisasi penyaluran kredit dari program Penempatan Dana sebesar 446,64 miliar kepada 2.034 debitur," katanya.


Pewarta : Muhammad Harianto
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024