Jakarta (ANTARA) - Facebook menyebut Indonesia sudah memiliki infrastruktur telekomunikasi untuk menunjang internet cepat, salah satunya adalah Palapa Ring, namun, kecepatan internet lebih lambat dibandingkan rata-rata negara di regional Asia.

Masalah tersebut dapat diatasi dengan menggelar lebih banyak kabel serat optik untuk meningkatkan kapasitas dan jangkauan internet, termasuk di area yang sulit terjangkau.

"Palapa Ring akan menambah kecepatan terutama di area yang sulit terjangkau," kata Kepala Konektivitas dan Kebijakan Akses Facebook Asia Pasifik, Tom Varghese, dalam diskusi secara virtual, Rabu.

Public Policy Associate Manager Facebook Indonesia, Karissa Sjawaldy, menjelaskan Facebook bermitra dengan Alita, untuk program Jaringan Transportasi Terbuka, menggelar 3.000 kilometer kabel serat optik untuk menghubungkan lebih dari 1.000 titik di Bali, Jawa, Kalimantan dan Sulawesi.

Pembangunan tersebut saat ini mencapai 1.100 kilometer di Bali, Pasuruan, Manado dan Surakarta.

"Facebook akan mendukung pembangunan kabel serat optik dengan bentuk perencanaan jaringan," kata Karissa dalama acara yang sama.

Facebook saat ini memiliki sejumlah program yang berkaitan dengan internet cepat di Indonesia, yaitu Jaringan Transportasi Terbuka, Expres WiFi untuk akses internet dan konten yang membutuhkan banyak data, Terragraph untuk memenuhi kebutuhan internet cepat di lingkungan perkotaan, dan Internet101 bersama Indosat Ooredoo untuk membantu orang yang baru pertama kali menggunakan internet.

Facebook, melalui program Facebook Connectivity, menilai pemerataan jaringan internet cepat di Indonesia merupakan hal yang penting karena banyak aktivitas yang terbantu internet di tengah pandemi virus corona.

"Penggunaan internet meningkat karena ada bekerja dari rumah, lebih bergantung ke internet," kata Varghese.

Facebook Connectivity merupakan program dari perusahaan teknologi tersebut untuk membantu akses internet cepat di berbagai tempat. Mereka bekerja sama dengan operator seluler hingga manufaktur peralatan untuk membangun ekosistem agar dapat membangun model bisnis, alat dan teknologi baru yang membantu menyediakan akses internet cepat.

Mengutip data Indeks Internet Inklusif, yang digagas oleh Facebook dan The Economist Intelligence Unit, penetrasi internet cepat 4G secara global sudah 75,1 persen dan 57,7 persen rumah tangga terhubung ke internet.

Angka di Indonesia, berdasarkan indeks tersebut, sekitar 93 persen populasi sudah terhubung ke jaringan 4G dan sekitar 66 persen rumah tangga menggunakan internet.

Varghese menilai situasi terkini penting agar semua orang bisa terhubung ke internet cepat karena lebih banyak orang yang berada di rumah sambil bekerja dan butuh koneksi yang cepat.

 

Pewarta : Natisha Andarningtyas
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024