Nurul Arifin: Waspadai pembusukan dari internal Partai Golkar
Kamis, 12 Maret 2020 11:24 WIB
Wakil Ketua DPP Partai Golkar Nurul Arifin (keempat dari sebelah kiri) saat menghadiri Musda X Partai Golkar di Kendari, Sulawesi Tenggara (Foto:sarjono/ANTARA)
Kendari (ANTARA) - Wakil Ketua Umum DPP Partai Golkar Nurul Arifin menyatakan bahwa Partai Golongan Karya yang memiliki keunggulan struktur yang kuat dan sumber daya manusia handal dalam kancah politik harus tetap mewaspadai pembusukan dari internal.
"Sejarah perjalanan politik Partai Golkar penuh dengan dinamika yang bervariasi. Semua cobaan yang menerpa partai penguasa di era Orde Baru itu dilalui penuh perjuangan oleh segenap kader-kadernya," kata Nurul Arifin saat menghadiri Musda X Partai Golkar di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Segenap kader Partai Golkar tidak boleh merasa puas dengan identitas partai tertua di Republik ini karena selalu saja ada goncangan-goncangan yang menguji dedikasi dan loyalitas para kadernya.
"Benar bahwa Partai Golkar adalah partai yang disegani, partai yang tangguh karena strukturnya tertata dan sumber daya manusia handal maka berbanggalah menjadi kader Partai Golkar," katanya.
Namun, sebagai kader dan pengurus harus tetap waspada terhadap cobaan yang datangnya dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal) karena sesungguhnya denyut kompetisi tidak pernah berhenti.
Oleh karena itu, Nurul Arifin mengajak segenap kader Partai Golkar bersama-sama menjaga soliditas dan menjunjung tinggi kehormatan partai untuk mewujudkan cita-cita bersama.
Meskipun pemilihan legislatif dan pemilihan presiden tahun 2024 tetapi konsolidasi pengurus dan kader mulai tingkat pusat hingga desa/kelurahan tidak boleh berhenti.
Secara terpisah mantan Ketua Golkar Sultra Ridwan Bae mengatakan kader militan Golkar tidak mengenal waktu untuk memperjuangkan kepentingan dan kebutuhan rakyat.
"Esensi dari politik adalah merebut kekuasaan untuk digunakan sebesar-besarnnya untuk kepentingan rakyat. Spirit ini harus tertanam dalam sanubari setiap kader Partai Golkar," kata Ridwan yang juga unsur pimpinan Komisi V DPR RI.
Ia mengakui ujian terberat memimpin partai Golkar adalah menyolitkan jajaran pengurus, menjaga harmonisasi kader satu dengan yang lain sehingga menjadi satu kesatuan yang kuat.
"Sejarah perjalanan politik Partai Golkar penuh dengan dinamika yang bervariasi. Semua cobaan yang menerpa partai penguasa di era Orde Baru itu dilalui penuh perjuangan oleh segenap kader-kadernya," kata Nurul Arifin saat menghadiri Musda X Partai Golkar di Kendari, Sulawesi Tenggara.
Segenap kader Partai Golkar tidak boleh merasa puas dengan identitas partai tertua di Republik ini karena selalu saja ada goncangan-goncangan yang menguji dedikasi dan loyalitas para kadernya.
"Benar bahwa Partai Golkar adalah partai yang disegani, partai yang tangguh karena strukturnya tertata dan sumber daya manusia handal maka berbanggalah menjadi kader Partai Golkar," katanya.
Namun, sebagai kader dan pengurus harus tetap waspada terhadap cobaan yang datangnya dari dalam (internal) maupun dari luar (eksternal) karena sesungguhnya denyut kompetisi tidak pernah berhenti.
Oleh karena itu, Nurul Arifin mengajak segenap kader Partai Golkar bersama-sama menjaga soliditas dan menjunjung tinggi kehormatan partai untuk mewujudkan cita-cita bersama.
Meskipun pemilihan legislatif dan pemilihan presiden tahun 2024 tetapi konsolidasi pengurus dan kader mulai tingkat pusat hingga desa/kelurahan tidak boleh berhenti.
Secara terpisah mantan Ketua Golkar Sultra Ridwan Bae mengatakan kader militan Golkar tidak mengenal waktu untuk memperjuangkan kepentingan dan kebutuhan rakyat.
"Esensi dari politik adalah merebut kekuasaan untuk digunakan sebesar-besarnnya untuk kepentingan rakyat. Spirit ini harus tertanam dalam sanubari setiap kader Partai Golkar," kata Ridwan yang juga unsur pimpinan Komisi V DPR RI.
Ia mengakui ujian terberat memimpin partai Golkar adalah menyolitkan jajaran pengurus, menjaga harmonisasi kader satu dengan yang lain sehingga menjadi satu kesatuan yang kuat.
Pewarta : Sarjono
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polisi tembak polisi, sebanyak 16 anggota Polri jalani sidang etik terkait "Sambogate"
27 September 2022 14:41 WIB, 2022
KPK sebut biaya tinggi dalam proses politik menjadi pemicu korupsi
16 September 2022 19:41 WIB, 2022
Polisi tembak polisi, Kapolri copot jabatan 24 personel terkait kasus Brigadir J
23 August 2022 18:26 WIB, 2022
Maura Magnalia sempat ngobrol dengan Mayong pada malam hari sebelum meninggal
25 January 2022 14:56 WIB, 2022
Terpopuler - Seputar Sultra
Lihat Juga
Polda tahan tersangka baru terkait kasus kekerasan terhadap polisi di Kendari
07 February 2026 17:19 WIB
BPBD catat zona rawan gempa bumi capai 3,8 juta hektare yang tersebar di Sultra
03 February 2026 21:41 WIB