Pontianak (ANTARA) - PT Aneka Tambang Tbk Unit Bisnis Pertambangan Bauksit Kalimantan Barat, menggelar seminar tentang pengelolaan keuangan usaha mikro terhadap 62 mitra binaan yang menerima bantuan pinjaman bergulir.

"Untuk membangun bisnis yang sukses para mitra binaan ini harus memiliki rencana dan strategi bisnis yang jitu. Selain itu rencana bisnis yang dibuat dengan baik akan berpeluang besar meningkatkan keberhasilan usaha," kata motivator bisnis, Muhammad Zamhar Auli Shubhi yang menjadi nara sumber dalam seminar tersebut, di Tayan, Minggu.

Selain harus memiliki rencana dan strategi yang jitu, para mitra binaan Antam Kalbar juga diimbau untuk pandai dalam mengelola keuangan, baik itu berupa modal, pengembalian angsuran pinjaman dan keuntungan dari hasil usaha.

"Ini juga sangat penting dan harus benar-benar dicermati oleh para mitra binaan dalam menjalankan usahanya. Jangan sampai usaha yang dilakukan dari modal uang pinjaman itu, justru termakan pada modalnya itu sendiri, sehingga usahanya itu bukan semakin berkembang akan tetapi sebaliknya yaitu mengalami kebangkrutan," katanya.



Biasanya, kata Muhammad kebanyakan kegagalan usaha mikro itu disebabkan tidak mampu dalam mengelola keuangan, misalnya baru mendapat untung sedikit sudah mau beli mobil atau rumah. Padahal usahanya belum stabil benar, sehingga jika usahanya goyah sedikit saja maka rawan mengalami kebangkrutan.

"Di dalam seminar tadi saya tekankan agar para mitra binaan Antam ini harus berhati-hati dalam penggunaan dan pengelolaan keuangan usaha yang mereka jalani. Jangan, misalnya mendapat untung satu juta, tapi untuk di makan hingga dua juta ini yang membuat usaha kita menjadi mati di tengah jalan," katanya.

Hal lain yang juga perlu disadari oleh para pengusaha mikro dari mitra binaan Antam Kalbar yaitu harus mampu menyesuaikan dengan kemajuan teknologi seperti sekarang ini. Di mana salah satunya melalui kemajuan sosial media, yang bisa juga dimanfaatkan dalam menjalankan usaha.

"Intinya mereka ini harus bisa melakukan inovasi-inovasi agar bidang usahanya memiliki daya tarik dan mampu bersaing, seperti sebuah usaha warung kopi, bisa saja ditambah dengan menyediakan wifi, selain tetap menjaga kualitas makanan dan minuman yang di jual di warungnya," katanya.



Menurut dia, pebisnis pastinya harus tahan banting alias memiliki mental semangat kuat dan positif dalam menghadapi segala macam tantangan bisnis.

"Agar dapat memastikan kemajuan usaha, para mitra binaan ini haruslah memiliki peta dan target usaha. Kemudian juga harus mempu membaca peluang sasaran dari kemajuan usahanya, sehingga bisa mengukur apakah usahanya dalam waktu tertentu berkembang atau sebaliknya," kata Muhammad.

Sementara itu, CSR and External Relation Assistant Manager PT Antam Tbk UBPB Kalbar, Wydia Fermata mengatakan seminar itu sengaja diberikan kepada para mitra binaan khususnya yang mendapatkan bantuan modal pinjaman bergulir.

"Kami sengaja memberikan seminar seperti ini. Selain memberikan dana pinjaman kami juga terus melalukan pembinaan-pembinaan agar nantinya para mitra binaan ini dapat memajukan usaha dan perekonomiannya secara mandiri," katanya.

Dengan aktifnya pengembalian pinjaman maka pinjaman yang disediakan melalui program CSR ini dapat digunakan oleh masyarakat yang belum mendapatkan pinjaman.

"Kami akan memberi reward yang menarik kepada mereka yang aktif dan tidak pernah menunggak dalam membayar angsuran pinjaman. Saya berharap usaha para mitra binaan dapat semakin maju sehingga kemajuan ekonomi ini juga dapat menularkan kepada masyarakat lain di sekitarnya," katanya.


 

Pewarta : Andilala dan Slamet Ardiansyah
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024