Peserta SMN asal Sultra pelajari Industri perkapalan Babel
Senin, 19 Agustus 2019 15:40 WIB
Peserta SMN Asal Sultra Berkunjung ke PT Dok, Senin (19/8) (babel.antaranews.com/Ahmadi)
Sungailiat (ANTARA) - Sebanyak 23 peserta program Siswa Mengenal Nusantara (SMN) asal Sulawesi Tenggara (Sultra) mengenal lebih dekat tentang bisnis PT Dok dan Perkapalan Air Kantung (PT Dak) Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, sebagai industri perawatan kapal laut (docking) dan perbengkelan yang berstatus sebagai anak perusahaan PT Timah Tbk.
"Kami merupakan anak perusahaan PT Timah yang fokus kepada bisnis industri perkapalan skala besar, perbengkelan, dan pelatihan," kata Kepala Divisi Perencanaan PT Dak, Muhammad Ikhsan di Sungailiat, Senin.
Kegiatan SMN 2019 di Provinsi Bangka Belitung ini diselenggarakan secara bersama oleh tiga BUMN yaitu PT Timah selaku PIC, PT Surveyor Indonesia dan Perum LKBN Antara selaku Co-PIC.
Baca juga: SMN dari Babel belajar merajut dan menenun kain adat Mekongga
Muhammad Ikhsan menjelaskan, PT Dak merupakan anak perusahaan PT Timah Tbk yang mengembangkan bisnis industri perkapalan eksplorasi timah dan juga kapal-kapal swasta serta perbaikan kapal berukuran besar.
"Kami mencoba mengenalkan kepada para pelajar SMN tentang apa itu PT Dak dan apa saja bisnis yang dijalankan melalui visual singkat yang mungkin bisa menjadi ilmu untuk menambah wawasan para pelajar," ujarnya.
Ia mengatakan, PT Dak sebagai penyedia jasa docking mempunyai lokasi yang strategis yaitu berada pada jalur pelayaran internasional Selat Malaka.
Baca juga: SMN Babel belajar sistem kerja PLTU PT Antam
"PT Dak sebagai industri perawatan kapal meliputi perawatan, pemeliharaan dan perbaikan yang meliputi kapal laut, juga industri pembuatan kapal laut jenis baja dan kayu," ujarnya.
Sebanyak 23 pelajar asal Sultra tersebut tergabung dalam SMN 2019 yang akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Para pelajar itu akan mempelajari ragam budaya, adat, pendidikan dan ciri khas daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai kekayaan nusantara.
Baca juga: SMN Sulawesi Tenggara kagumi reklamasi lahan timah di Babel
Baca juga: PT Antam ajak peserta SMN lihat proses produksi feronikel
"Kami merupakan anak perusahaan PT Timah yang fokus kepada bisnis industri perkapalan skala besar, perbengkelan, dan pelatihan," kata Kepala Divisi Perencanaan PT Dak, Muhammad Ikhsan di Sungailiat, Senin.
Kegiatan SMN 2019 di Provinsi Bangka Belitung ini diselenggarakan secara bersama oleh tiga BUMN yaitu PT Timah selaku PIC, PT Surveyor Indonesia dan Perum LKBN Antara selaku Co-PIC.
Baca juga: SMN dari Babel belajar merajut dan menenun kain adat Mekongga
Muhammad Ikhsan menjelaskan, PT Dak merupakan anak perusahaan PT Timah Tbk yang mengembangkan bisnis industri perkapalan eksplorasi timah dan juga kapal-kapal swasta serta perbaikan kapal berukuran besar.
"Kami mencoba mengenalkan kepada para pelajar SMN tentang apa itu PT Dak dan apa saja bisnis yang dijalankan melalui visual singkat yang mungkin bisa menjadi ilmu untuk menambah wawasan para pelajar," ujarnya.
Ia mengatakan, PT Dak sebagai penyedia jasa docking mempunyai lokasi yang strategis yaitu berada pada jalur pelayaran internasional Selat Malaka.
Baca juga: SMN Babel belajar sistem kerja PLTU PT Antam
"PT Dak sebagai industri perawatan kapal meliputi perawatan, pemeliharaan dan perbaikan yang meliputi kapal laut, juga industri pembuatan kapal laut jenis baja dan kayu," ujarnya.
Sebanyak 23 pelajar asal Sultra tersebut tergabung dalam SMN 2019 yang akan mengikuti berbagai rangkaian kegiatan di Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
Para pelajar itu akan mempelajari ragam budaya, adat, pendidikan dan ciri khas daerah Provinsi Kepulauan Bangka Belitung sebagai kekayaan nusantara.
Baca juga: SMN Sulawesi Tenggara kagumi reklamasi lahan timah di Babel
Baca juga: PT Antam ajak peserta SMN lihat proses produksi feronikel
Pewarta : Ahmadi
Editor : M Sharif Santiago
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Wamendagri: UCLG ASPAC momentum dorong pariwisata dan UMKM lokal tembus pasar global
09 May 2026 6:39 WIB
Program MBG di Sultra per Mei 2026 serap Rp725 miliar layani 667 ribu penerima
07 May 2026 15:31 WIB
KPK minta seluruh kepala daerah di Sulawesi Tenggara tuntaskan aset bermasalah
07 May 2026 15:30 WIB
PT CNI percepat mitigasi lingkungan dan perkuat sinergi masyarakat di Lapao-pao Kolaka
06 May 2026 18:45 WIB
DJPb catat realisasi pendapatan negara di Sultra capai Rp1,21 triliun per Maret 2026
06 May 2026 11:05 WIB
Terpopuler - Seputar Sultra
Lihat Juga
PT CNI percepat mitigasi lingkungan dan perkuat sinergi masyarakat di Lapao-pao Kolaka
06 May 2026 18:45 WIB