SMN Sulawesi Tenggara kagumi reklamasi lahan timah di Babel
Minggu, 18 Agustus 2019 19:01 WIB
Siswa Mengenal Nusantara asal Sulawesi Tenggara terkagumi reklamasi lahan penambangan bijih timah di Air Jangkang Kabupaten Bangka, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung, Minggu (Babel.antaranews.com/Aprionis)
Bangka (ANTARA) - Pelajar peserta Program Siswa Mengenal Nusantara BUMN Hadir Untuk Negeri 2019 menggagumi pengelolaan reklamasi lahan penambangan bijih timah di Desa Air Jangkang, Provinsi Kepulauan Bangka Belitung.
"Kami sangat senang dan kagum, karena lahan bekas tambang timah yang tandus menjadi hijau, indah dan banyak dikunjungi wisatawan," kata Ketua Kelas SMN Sulawesi Tenggara, Anisya Septia saat berkunjung ke Kampung Reklamasi Air Jangkang, Minggu.
Ia mengatakan reklamasi lahan bekas tambang ini, merupakan kegiatan dan tanggung jawab perusahaan tambang untuk memperbaiki, menata kembali lahan tersebut, sehingga bermanfaat untuk masyarakat di lingkungan penambangan bijih timah itu.
"Kami sangat senang sekali, karena lahan bekas tambang ini tidak hanya dihijaukan, tetapi juga sebagai tempat pusat penyelamatan dan pengembangbiakkan hewan langka yang dilindungi pemerintah, seperti burung kakak tua, merak, buaya, orang utan, kukang dan lainnya," ujarnya.
Selain itu, lahan ini juga ada danau-danau bekas tambang timah yang airnya berwarna biru, sehingga menambah keindahan kawasan reklamasi lahan tambang ini.
"Kami sangat bersyukur bisa berkunjung reklamasi lahan tambang ini, karena ini sangat jarang ditemukan di Sulawesi Tenggara," katanya.
Oleh karena itu, saya berwakilan dari 23 pelajar peserta SMN dari Sulawesi Tenggara mengucapkan terima kasih kepada PT Timah Tbk, Perum LKBN Antara dan Surveyor Indonesia yang telah memfasilitasi siswa Sultra ke Bangka Belitung.
"Kita melihat satwa-satwa yang hampir punah dan hewan-hewan yang dilindungi itu dirawat baik oleh PT Timah Tbk di kawasan izin operasi penambangan perusahaan berplat merah itu," katanya.
"Kami sangat senang dan kagum, karena lahan bekas tambang timah yang tandus menjadi hijau, indah dan banyak dikunjungi wisatawan," kata Ketua Kelas SMN Sulawesi Tenggara, Anisya Septia saat berkunjung ke Kampung Reklamasi Air Jangkang, Minggu.
Ia mengatakan reklamasi lahan bekas tambang ini, merupakan kegiatan dan tanggung jawab perusahaan tambang untuk memperbaiki, menata kembali lahan tersebut, sehingga bermanfaat untuk masyarakat di lingkungan penambangan bijih timah itu.
"Kami sangat senang sekali, karena lahan bekas tambang ini tidak hanya dihijaukan, tetapi juga sebagai tempat pusat penyelamatan dan pengembangbiakkan hewan langka yang dilindungi pemerintah, seperti burung kakak tua, merak, buaya, orang utan, kukang dan lainnya," ujarnya.
Selain itu, lahan ini juga ada danau-danau bekas tambang timah yang airnya berwarna biru, sehingga menambah keindahan kawasan reklamasi lahan tambang ini.
"Kami sangat bersyukur bisa berkunjung reklamasi lahan tambang ini, karena ini sangat jarang ditemukan di Sulawesi Tenggara," katanya.
Oleh karena itu, saya berwakilan dari 23 pelajar peserta SMN dari Sulawesi Tenggara mengucapkan terima kasih kepada PT Timah Tbk, Perum LKBN Antara dan Surveyor Indonesia yang telah memfasilitasi siswa Sultra ke Bangka Belitung.
"Kita melihat satwa-satwa yang hampir punah dan hewan-hewan yang dilindungi itu dirawat baik oleh PT Timah Tbk di kawasan izin operasi penambangan perusahaan berplat merah itu," katanya.
Pewarta : Aprionis
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
162 ahli waris minta keadilan Presiden Prabowo terkait serobot lahan Pepabri di Morosi
20 April 2026 12:39 WIB
Triwulan I 2026, Reklamasi PT GKP tanam hampir 20 ribu pohon di lahan pascatambang Wawonii
20 April 2026 9:30 WIB
Kemarin di bidang ekonomi: APBN, Kopdes, kompor listrik, dan penataan lahan Negara
07 April 2026 11:10 WIB
Polda Sultra panen jagung di lahan lima hektare di Kendari dukung ketahanan pangan
08 January 2026 20:34 WIB
Kementerian ATR siapkan lahan huntara penyintas Sumatera di 52 kabupaten/kota
10 December 2025 19:35 WIB
Kementerian ATR perlu koordinasi dengan BNPB soal lahan hunian penyintas Sumatera
10 December 2025 18:28 WIB
Terpopuler - Seputar Sultra
Lihat Juga
BPBD kerahkan personel evakuasi warga terdampak banjir luapan Kali Wanggu di Kendari
10 May 2026 14:04 WIB