Kendari (Antaranews Sultra) - Anggota DPR RI asal Sulawesi Tenggara (Sultra) Umar Arsal mendorong petani untuk mengolah hasil pertanian berbasis industri rumahan berupa pengolahan kakao, cabe botol dan minyak kelapa serta VCO.

Pernyataan itu diungkapkan Umar saat menggelar reses di Desa Mata Bondu, Kecamatan Angata, Kabupaten Konawe Selatan (Konsel) melalui pesan singkat yang diterima di Kendari, Jumat.

Politisi Partai Demokrat itu mengatakan, salah satu upaya untuk meningkatkan ekonomi petani harus dilakukan secara mandiri oleh masyarakat dengan mengajarkan petani mengolah dan memproduksi hasil pertaniannya menjadi barang jadi.

"Di Desa Mata Bondu itu dihuni 200 kepala keluarga (KK) dengan potensi pertanian sebesar 99 persen bekerja sebagai petani dan buruh tani. Namun permasalahan yang mendominasi di wilayah tersebut adalah sarana alat pertanian, bibit atau benih, pupuk, alat pertanian serta pemasaran,? kata anggota Komisi IV DPR RI Fraksi Demokrat ini.

Selain itu, tambah Umar, puluhan hektare lahan yang telah diolah masyarakat belum memiliki legalitas sertifikat. Padahal, area itu terdapat perkebunan berupa nilam, lada dan kakao. Masalah lainnya adalah kualitas hasil perkebunan masih minim.

Salah seorang warga Dusun 3 Desa Mata Bondu, Adreani berharap ada bantuan pengelolaan percetakan empang, perbaikan dan pembangunan jalan usaha tani serta sertifikat tanah.

Warga lain Dusun 1 Mata Bondu Sulvian mengaku masih banyak yang belum mendapatkan bantuan rumah layak huni. Kemudian, sarana air bersih sudah ada bantuan perpipaan namun macet karena sumber air menjadi kendala.

"Kami berharap bisa dibantu sumur bor dalam dan perpipaan,? ucapnya.

Anggota DPR RI dua periode itu berjanji akan mengupayakan jalan usaha tani, cetak empang akan masuk dalam usulan APBN-P 2019.

Di samping itu, sertifikat tanah akan ia komunikasikan dengan pihak BPN agar lahan atau tanah aman dari kawasan hutan lindung dan produksi.

"Untuk rumah tidak layak huni, akan kami data melalui tim Rumah Aspirasi Umar Arsal dengan harapan tingkat kelayakan untuk dibantu harus benar-benar diperhatikan," tutupnya.

Pewarta : Abdul Azis Senong
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024