Kendari (Antaranews Sultra) - Anggota DPR RI dapil Sulawesi Tenggara periode 2014-2019 Umar Arsal, mengatakan, hasil kegiatan reses yang dilakukan di sejumlah kabupaten di Sultra selama satu bulan terakhir menilai bahwa adanya penurunan daya beli masyarakat dibanding sebelumnya.

"Setelah kami menggelar kegiatan bakti sosial sekaligus melakukan pengecekan terhadap harga komoditas di pasar-pasar tradisonal di Kota Baubau, aktivitas pasara memang tetap ramai tapi daya beli masyarakat berkurang," ujaranya di Kendari, Rabu.

Politisi Partai Demokrat asal Sultra itu mengatakan, pasar-pasar tradisional masih?tergolong ramai di mana antuasias pembeli cukup tinggi. Namun hal itu berbanding tebalik dengan pasar di wilayah lainnya di Sultra, seperti pasar tradisonal di Kabupaten Bombana dan Kabupaten Kolaka yang pembelinya sangat sepi.

"Saya lihat pasar di sini ramai tapi untuk pembelian kebutuhan sehari-hari dan pakaian obral, namun kalau Baubau masih cukup ramai dibandingkan daerah lainnya seperti Konsel, Kolaka, dan Kendari,? Kata Arsal.

Khusus pasar di dua Kabupaten itu, daya beli masyarakat terhadap kebutuhan sandang cenderung menurun ketimbang pembelian terhadap kebutuhan pangan.

"Daya beli masyarakat sangat anjlok khususnya di Sultra, tapi soal pasar tetap ramai namun hanya untuk membeli kebutuhan pokok,? Jelasnya.

Sebagai wakil rakyat yang menduduki jabatan di Komisi IV DPR RI, dirinya akan menyuarakan keluhan masyarakat tersebut saat rapat bersama Menteri Pertanian dan Menteri Perdagangan RI.

"Tentu apa yang kami temukan di lapangan, akan saya sampaikan disaat rapat bersama dengan mitra kami di Komisi IV DPR RI," tutur Umar Arsal yang kini kembali menjadi caleg DPR RI periode 2019-2024.

Pewarta : Abdul Azis Senong
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024