Kendari (Antaranews Sultra) - Forum Kerukunan Umat Beragama (FKUB) Sulawesi Tenggara menggelar dialog interaktif antarumat beragama guna meningkatkan kualitas kerukunan beragama di daerah itu, di Kendari, Rabu.

Kegiatan itu menghadirkan tiga narasumber, yakni Kepala Kanwil Kemenag Sultra, Abdul Kadir, akademisi IAIN Kendari, Yahya Obaid, dan perwakilan dari FKUB Sultra, Wawan Djunaedi.?

Abdul Kadir mengatakan dengan adanya peningkatan kualitas pemahaman pendidikan beragama akan menciptakan kerukunan, kedamaian, kerja sama yang baik, serta saling pengertian antarumat beragama.

"Yang menjadi program strategis Kementerian Agama memiliki kewajiban untuk meningkatkan kualitas pemahaman dan pengamalan ajaran agama. Kita memiliki tanggung jawab untuk mendorong peningkatan mutu pendidikan agama dan keagamaan," katanya. ? ? ?

Menurut dia, tidak akan tercipta kehidupan rukun, tidak akan ada rasa damai, tidak ada kerja sama yang baik, dan tidak ada saling pengertian kalau tingkat pemahaman agama itu rendah.

"Di tangan penyuluh, pendeta, ustadz, kiai menjadi garda terdepan untuk melakukan pemahaman dan pengamalan ajaran agama," katanya.?

Kepala Bidang Harmonisasi Umat Beragama FKUB Sultra Wawan Djunaedi mengatakan dialog itu penting dilaksanakan karena bagian dari proses peningkatan wawasan multikultural.

"Karena tahun ini merupakan tahun politik yang perlu kita sama-sama jaga dan memberikan rasa aman dan damai dalam bingkai Negara Kesatuan Republik Indonesia," katanya.

Menurut dia, keberagaman yang ada di Indonesia yang tak ternilai harganya adalah suatu kekayaan bangsa.

Keragaman itu, katanya, jika terjaga dengan baik akan tampak, seperti mozaik yang indah, tetapi jika sebaliknya maka segala bentuk perbedaan yang ada akan menjadi senjata yang bisa memecah belah bangsa Indonesia.

"Untuk itu, diharapkan kepada seluruh umat beragama agar selalu menjaga kerukunan umat beragama sehingga negara Indonesia selalu aman dan damai," katanya.

Pewarta : Suparman
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024