2019, Pelabuhan Kendari Newport ditarget beroperasi
Sabtu, 20 Januari 2018 0:15 WIB
Direktur Fasilitas dan Peralatan PT Pelindo IV, Farid Padang saat meninjau pekerjaan pelabuhan Kendari Newport, di Pulau Bungkutoko, Selasa.(foto Antara)
Kendari (Antaranews Sultra) - Perseroan Terbatas Pelabuhan Indonesia menargetkan pembangunan Pelabuhan Kendari Newport yang terletak di Pulau Bungkutoko, Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, beroperasi pada 2019.
General Manager PT Pelindo IV Cabang Kendari, Muhammad Irfan, di Kendari, Jumat, mengatakan secara keseluruhan pembangunan Pelabuhan Kendari Newport akan menghabiskan anggaran hampir Rp1 triliun yang terdiri atas Rp300 miliar dana dari PT Pelindo dan selebihnya dari APBN.
"Pembangunan Pelabuhan Kontainer Kendari Newport di Pulau Bungkutoko Kota Kendari akan mendukung ekspor langsung ke negara tujuan," katanya.
Menurutnya, pembangunan Pelabuhan Kendari Newport terdiri tiga tahap, setiap tahapan dikerjakan kontraktor yang berbeda.
"Untuk pembangunan dermaga Pelabuhan Kendari Newport saat ini sudah mencapai sekitar 80-90 persen. Dermaga pelabuhan dan trestel ini akan selesai pada Februari 2018 berdasarkan kontrak kerja," kata Muh Irfan.
Meskipun pekerjaan tahapan pertama belum rampung 100 persen kata dia, tetapi pekerjaan tahapan kedua, yakni reklamasi untuk terminal pelabuhan sudah mulai dikerjakan oleh kontraktor yang berbeda.
"Progres penimbunan atau reklamasi untuk terminal pelabuhan sudah mencapai 10 persen. Bisa cepat tuntas karena material didatangkan dekat dari pelabuhan yakni Moramo dan Nambo," katanya.
Sedangkan tahap tiga yakni pembangunan perkantoran akan dimulai tahun ini, sehingga masing-masing tahapan berjalan dikerjakan oleh pengusaha berbeda.
Irfan mengapresiasi bantuan pemerintah kota Kendari terhadap percepatan pembangunan pelabuhan kontainer tersebut dengan membantu membuat akses jalan menuju Kendari Newport.
"Pemerintah Kendari sangat respek terkadap percepatan pembangunan pelabuhan ini, karena mereka menilai saat beroperasi akan mendorong pertumbuhan perekonomian daerah," katanya.
General Manager PT Pelindo IV Cabang Kendari, Muhammad Irfan, di Kendari, Jumat, mengatakan secara keseluruhan pembangunan Pelabuhan Kendari Newport akan menghabiskan anggaran hampir Rp1 triliun yang terdiri atas Rp300 miliar dana dari PT Pelindo dan selebihnya dari APBN.
"Pembangunan Pelabuhan Kontainer Kendari Newport di Pulau Bungkutoko Kota Kendari akan mendukung ekspor langsung ke negara tujuan," katanya.
Menurutnya, pembangunan Pelabuhan Kendari Newport terdiri tiga tahap, setiap tahapan dikerjakan kontraktor yang berbeda.
"Untuk pembangunan dermaga Pelabuhan Kendari Newport saat ini sudah mencapai sekitar 80-90 persen. Dermaga pelabuhan dan trestel ini akan selesai pada Februari 2018 berdasarkan kontrak kerja," kata Muh Irfan.
Meskipun pekerjaan tahapan pertama belum rampung 100 persen kata dia, tetapi pekerjaan tahapan kedua, yakni reklamasi untuk terminal pelabuhan sudah mulai dikerjakan oleh kontraktor yang berbeda.
"Progres penimbunan atau reklamasi untuk terminal pelabuhan sudah mencapai 10 persen. Bisa cepat tuntas karena material didatangkan dekat dari pelabuhan yakni Moramo dan Nambo," katanya.
Sedangkan tahap tiga yakni pembangunan perkantoran akan dimulai tahun ini, sehingga masing-masing tahapan berjalan dikerjakan oleh pengusaha berbeda.
Irfan mengapresiasi bantuan pemerintah kota Kendari terhadap percepatan pembangunan pelabuhan kontainer tersebut dengan membantu membuat akses jalan menuju Kendari Newport.
"Pemerintah Kendari sangat respek terkadap percepatan pembangunan pelabuhan ini, karena mereka menilai saat beroperasi akan mendorong pertumbuhan perekonomian daerah," katanya.
Pewarta : Suparman
Editor : M Sharif Santiago
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Ketegangan AS--Iran meningkat, USS Abraham Lincoln siap digunakan dalam operasi militer
27 January 2026 9:05 WIB
Operasi Zebra Anoa 2025 dimulai di Sultra, disiplin berlalu lintas jadi prioritas
17 November 2025 10:26 WIB
Terpopuler - Seputar Sultra
Lihat Juga
BPBD catat zona rawan gempa bumi capai 3,8 juta hektare yang tersebar di Sultra
03 February 2026 21:41 WIB
Kementerian ESDM survei tiga desa di Muna untuk elektrifikasi pedesaan periode 2026--2027
26 January 2026 17:11 WIB