Kendari, Antara Sultra - BPJS Kesehatan Cabang Kendari bersama Cabang Baubau Provinsi Sulawesi Tenggara tengah melakukan pemutakhiran data peserta Penerima Bantuan Iuran (PBI) baik melalui APBN maupun APBD dinilai datanya banyak yang ganda.

"Kegiatan sinkronisasi pemutakhiran data ganda PBI ini, dengan mengundang sejumlah kadis kabupaten kota di Sultra, dan melibatkan Badan Pengawasan Keuangan Provinsi (BPKP) untuk memberi sosialisasi terkait adanya pemutahiran data yang diharapkan tidak ganda," ujar Kepala Unit Kepesertaan dan Pelayanan Peserta BPJS Kesehatan Kendari, Alamsyah di Kendari, Jumat.

Menurut Alamsyah, berdasarkan data ganda PBI yang dibawa pengawasan BPJS Kesehatan pada sembilan kabupaten dan satu kota itu data ganda yang iurannya APBD dengan APBN ada ada sebanyak 1.400 ditemukan data ganda PBI sedangkan data APBD dengan APBD hanya 43 orang pada enam kabupaten kota.

Dari data ganda PBI itu terbesar di Kabupaten Konawe Selatan 648 orang, menyusul Kota Kendari 399 orang peserta, Kolaka 331 orang, Kolaka Timur 43 orang, Konawe Utara 20 orang dan kabupaten Konawe Kepulaua 1 orang.

Sedangkan tiga kabupaten lainnya yakni Konawe, Bombana dan Kolaka Utara datanya masih dalam proses oleh tim verifikasi dari BPJS kesehatan.

"Upaya yang sudah dilakukan, setelah sinkronisasi data dengan Dirjen Dukcapil, maka diketahui adanyan indikasi kepesertaan ganda sebanyak 1.400 oang serta. Disamping melakukan mutasi terhadap data ganda tersebut," ujaranya.

Pada rangkaian rapat koordinasi pemutahiran data peserta PIB antara BPJS Kesehatan dengan pemerintah Kabupaten kota, kata Alamsyah, awalnya akan dilakukan penandatangan bersama, namun karena hampir seluruh daerah kabupaten kota yang belum menerima terkait data ganda itu sehingga ditunda untuk sementara sambil mencocokan data yang sebenarnya dilapangan.

Beberapa pejabat yang diundang dalam kegiatan rakor BPJS kesehatan tersebut diantaranya para kepala dinas Capil, dinas Sosial dan Kesehatan se kabupaten di Sultra.

Pewarta : Azis Senong
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024