Dinas Kesehatan Sultra Ingatkan Warga Waspadai DBD
Jumat, 24 Februari 2017 15:26 WIB
ilustrasi (foto Antara)
Kendari, Antara Sultra - Dinas Kesehatan Provinsi Sulawesi Tenggara mengingatkan warga di daerah itu untuk mewaspadai merebaknya penyakit demam berdarah dengue terkait dengan pancaroba.
"Saat ini merupakan musim peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan sehingga kondisi tersebut sangat rentan menyebabkan terjadinya penyakit musim pancaroba, salah satunya DBD," kata kepala Dinas Kesehatan Sultra dr Asrum Tombili di Kendari, Jumat.
Ia mengatakan berdasarkan dari kabupaten/kota pada Januari 2017 sudah terdapat 81 kasus DBD, sedangkan pada Desember 2016 terdapat 54 kasus DBD.
"Hujan yang turun hanya sebentar, kemudian matahari bersinar terik berisiko tinggi meningkatkan serangan DBD," katanya.
Berdasarkan data kasus DBD tersebut, serangan yang terbanyak di Kabupaten Kolaka 28 kasus, Wakatobi 19 kasus, Konawe Selatan 12 kasus,
"Kemudian Kota Baubau delapan kasus, Kota Kendari tujuh kasus, Muna tiga kasus, Buton Utara dua kasus, Konawe dua kasus," katanya.
Asrum juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan gerakan 3M Plus, yakni menabur bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau antinyamuk, serta mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah.
"Masyarakat juga harus aktif menjaga kebersihan lingkungan, terutama membersihkan selokan atau parit di sekitar rumah agar tidak jadi sarang nyamuk," katanya.
Intinya, kata Asrum, masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan selalu rajin membersihkan lingkungan tempat tinggal.
"Saat ini merupakan musim peralihan dari musim kemarau ke musim penghujan sehingga kondisi tersebut sangat rentan menyebabkan terjadinya penyakit musim pancaroba, salah satunya DBD," kata kepala Dinas Kesehatan Sultra dr Asrum Tombili di Kendari, Jumat.
Ia mengatakan berdasarkan dari kabupaten/kota pada Januari 2017 sudah terdapat 81 kasus DBD, sedangkan pada Desember 2016 terdapat 54 kasus DBD.
"Hujan yang turun hanya sebentar, kemudian matahari bersinar terik berisiko tinggi meningkatkan serangan DBD," katanya.
Berdasarkan data kasus DBD tersebut, serangan yang terbanyak di Kabupaten Kolaka 28 kasus, Wakatobi 19 kasus, Konawe Selatan 12 kasus,
"Kemudian Kota Baubau delapan kasus, Kota Kendari tujuh kasus, Muna tiga kasus, Buton Utara dua kasus, Konawe dua kasus," katanya.
Asrum juga mengimbau masyarakat meningkatkan kewaspadaan dengan melakukan gerakan 3M Plus, yakni menabur bubuk larvasida pada tempat penampungan air yang sulit dibersihkan, menggunakan obat nyamuk atau antinyamuk, serta mengatur cahaya dan ventilasi dalam rumah.
"Masyarakat juga harus aktif menjaga kebersihan lingkungan, terutama membersihkan selokan atau parit di sekitar rumah agar tidak jadi sarang nyamuk," katanya.
Intinya, kata Asrum, masyarakat menerapkan pola hidup bersih dan sehat dengan selalu rajin membersihkan lingkungan tempat tinggal.
Pewarta :
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Polres Konawe lakukan pengasapan di perumahan warga untuk cegah DBD
15 February 2024 15:01 WIB, 2024
Terpopuler - Seputar Sultra
Lihat Juga
Pemkot Kendari harapkan TMMD perkuat nilai sosial dan kualitas bermasyarakat
10 February 2026 14:45 WIB
Imigrasi Sultra gandeng Ombudsman dab BIN perkuat pengawasan pelayanan publik
10 February 2026 14:24 WIB
Polda tahan tersangka baru terkait kasus kekerasan terhadap polisi di Kendari
07 February 2026 17:19 WIB