Kendari (Antara Sultra) - Pemerintah Provinsi Sulawesi Tenggara mengusulkan kuota bahan bakar minyak jenis solar bersubsidi sebesar 896.141 kiloliter pada 2017.

Kepala Bidang Minyak dan Gas, Ketenagalistrikan dan EBTKE ESDM Sultra Andi Azis, di Kendari, Minggu, mengatakan usulan itu berdasarkan tingkat kebutuhan masyarakat Sultra.

"Jumlah usulan kuota BBM jenis solar tersebut jauh lebih meningkat dari kuota tahuh 2016 hanya 134.322 KL," kata Andi Azis.

Ia mengatakan Kota Kendari mendapatkan usulan kuota BBM jenis solar tertinggi dari 17 kabupaten/kota di Sultra yakni mencapai 205.488 kiloliter, diikuti Kabupaten Kolaka 123.120 kiloliter.

"Kabupaten Konawe Kepulauan dan Kolaka Timur mendapatkan kuota BBM solar paling sedikit masing-masing 4.356 kiloliter dan 5.454 kiloliter," katanya.

Ia berharap, usulan itu bisa dipenuhi seluruhnya oleh pemerintah pusat, sehingga bisa mendorong kelancaran kegiatan masyarakat yang menggunakan BBM solar.

"Untuk menekan penyaluran agar tidak berlebihan, kami berharap seluruh masyarakat ikut mengawasinya agar BBM bersubsidi ini benar-benar dimanfaatkan sesuai peruntukannya," katanya.

Pewarta : Suparman
Editor : Hernawan Wahyudono
Copyright © ANTARA 2024