Kemenristekdikti: Kebun Raya UHO Bisa Jadi Percontohan
Rabu, 23 Maret 2016 22:22 WIB
Rektor Unhalu Prof Usman Rianse berjabat tangan dengan Sekjen Kemenristekdikti Prof Ainun Naim bersma Wakil Wali Kota Kendari Musadar Mappasomba dan Kepala Dinas Kehutanan Sultra Rusbandrio pada acara Pra-Launcing Kebun Raya UHO di Auditorium UHO Ke
Kendari (Antara News) - Sekjen Kementerian Riset Teknologi dan Pendidikan Tinggi (Kemenristekdikti) Prof Ainun Naim mengatakan Kebun Raya Universitas Haluoleo (UHO) Kendari bisa menjadi percontohan di Tanah Air.
"Kehadiran Kebun Raya ini diharapkan terbentuk jembatan untuk menghubungkan aspek konservasi dan pembangunan ekonomi secara sinergis dan berkesinambungan serta meningkatkan ketahanan dalam mendukung keberlanjutan pembangunan bangsa," kata Ainum saat menghadiri Pra Launching Kebun Raya UHO di Kendari, Rabu.
"Kami berharap dengan peresmian ini Kebun Raya ini dapat menjadi percontohan dalam aplikasi ilmu dan teknologi, serta menjadi kebun raya universitas terkemuka di dunia dalam bidang konservasi, pendidikan, dan penelitian tumbuhan endemik Sulawesi," ujarnya.
Ia mengatakan, dengan konservasi ini, pemerintah beserta masyarakat wajib mempertahankan keberadaan kekayaan hayati untuk dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan guna mendorong perekonomian.
Menurut dia, dengan sumber daya hayati dapat diolah untuk mendukung ketahanan pangan, ketahanan energi, kesehatan dan obat-obatan, serta jasa lingkungan.
Sementara Rektor UHO Kendari Prof Usman Rianse berharap dengan adanya Kebun Raya ini bisa meningkatkan pengetahuan masyarakat sekaligus tempat wisata pendidikan sesuai konsep `edu ecotourism`.
"Pra launching hari ini adalah hari yang bersejarah bagi UHO, di mana akan dimulai pembangunan Kebun Raya yang membuktikan bahwa UHO merupakan kampus hijau, kampus harapan, kepercayaan dan kebanggaan bangsa," kata Usman, yang akan mengakhiri masa jabatan dua periode sebagai rektor UHO pada September 2015.
Ia mengatakan, UHO merupakan universitas pertama di Indonesia yang memiliki kebun raya yang bekerja sama dengan Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI.
"Kebun Raya ini diharapkan dapat menjadi model kebun raya yang dikelola oleh universitas di Indonesia, dan sekaligus dapat menjadi salah satu pusat keunggulan bukan hanya dalam negeri tetapi juga di dunia," ujar Usman Rianse.
"Kehadiran Kebun Raya ini diharapkan terbentuk jembatan untuk menghubungkan aspek konservasi dan pembangunan ekonomi secara sinergis dan berkesinambungan serta meningkatkan ketahanan dalam mendukung keberlanjutan pembangunan bangsa," kata Ainum saat menghadiri Pra Launching Kebun Raya UHO di Kendari, Rabu.
"Kami berharap dengan peresmian ini Kebun Raya ini dapat menjadi percontohan dalam aplikasi ilmu dan teknologi, serta menjadi kebun raya universitas terkemuka di dunia dalam bidang konservasi, pendidikan, dan penelitian tumbuhan endemik Sulawesi," ujarnya.
Ia mengatakan, dengan konservasi ini, pemerintah beserta masyarakat wajib mempertahankan keberadaan kekayaan hayati untuk dapat dimanfaatkan secara berkelanjutan guna mendorong perekonomian.
Menurut dia, dengan sumber daya hayati dapat diolah untuk mendukung ketahanan pangan, ketahanan energi, kesehatan dan obat-obatan, serta jasa lingkungan.
Sementara Rektor UHO Kendari Prof Usman Rianse berharap dengan adanya Kebun Raya ini bisa meningkatkan pengetahuan masyarakat sekaligus tempat wisata pendidikan sesuai konsep `edu ecotourism`.
"Pra launching hari ini adalah hari yang bersejarah bagi UHO, di mana akan dimulai pembangunan Kebun Raya yang membuktikan bahwa UHO merupakan kampus hijau, kampus harapan, kepercayaan dan kebanggaan bangsa," kata Usman, yang akan mengakhiri masa jabatan dua periode sebagai rektor UHO pada September 2015.
Ia mengatakan, UHO merupakan universitas pertama di Indonesia yang memiliki kebun raya yang bekerja sama dengan Pusat Konservasi Tumbuhan Kebun Raya LIPI.
"Kebun Raya ini diharapkan dapat menjadi model kebun raya yang dikelola oleh universitas di Indonesia, dan sekaligus dapat menjadi salah satu pusat keunggulan bukan hanya dalam negeri tetapi juga di dunia," ujar Usman Rianse.
Pewarta : Azis Senong
Editor : Laode Masrafi
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Menteri Pertanian Palestina: Israel hancurkan infrastruktur pertanian dan rugikan ribuan petani
22 October 2025 12:13 WIB
Tim SAR temukan anak yang hilang di kebun Konsel dalam keadaan tewas dalam karung
13 September 2025 11:33 WIB
SAR Kendari cari anak empat tahun yang hilang saat bermain di kebun Konsel
12 September 2025 16:28 WIB
Terpopuler - Seputar Sultra
Lihat Juga
Kolaka siapkan lima puskesmas vaksin meningitis dan polio untuk layani 430 JCH
11 February 2026 14:23 WIB
Pemprov Sultra bangun dua sekolah di Kolaka Utara demi pemerataan akses pendidikan
11 February 2026 13:59 WIB
Pemkot Kendari harapkan TMMD perkuat nilai sosial dan kualitas bermasyarakat
10 February 2026 14:45 WIB