Tokoh: Papua Masih Membutuhkan Pemimpin Orang Asli
Kamis, 17 Maret 2016 14:15 WIB
Sorong (Antara News) - Direktur Eksekutif Yayasan Oyo Papua, Samuel Bless, meminta kepada partai politik agar memberikan rekomendasi kepada orang asli Papua yang mencalonkan diri sebagai calon gubernur dan wagub Papua Barat pada Pilkada serentak 2017.
"Partai politik harus menjalankan amanat undang-undang Otsus yang mengharuskan orang asli Papua menjadi gubernur dan wagub," kata Samuel Bless di Sorong, Kamis.
Dia mengatakan, dinamika politik menjelang Pilkada serentak 2017 Provinsi Papua Barat sudah nampak memanas. Banyak tokoh sudah mendaftarkan diri kepada partai politik untuk didukung sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur.
Oleh karena itu, kata dia, partai politik dalam melakukan seleksi calon Gubernur dan Wakil Gubernur harus mengutamakan calon orang asli Papua.
"Entah berasal dari Pegunungan Arfak, Manokwari, Tambrauw, Sorong, Raja Ampat, Fakfak, Kaimana, Bintuni dan Wondama yang penting orang alsi Papua," katanya.
Ia mengatakan, rekomendasi yang diberikan pula harus orang asli Papua yang bersih dari KKN serta mampu memajukan pembangunan dan masyarakat di Provinsi Papua Barat.
Samuel mengajak seluruh komponen masyarakat di Provinsi Papua Barat untuk mendukung calon Gubernur dan Wakil Gubernur orang asli Papua.
"Saya juga minta masyarakat Papua Barat untuk terus menjaga keamanan serta menyukseskan tahapan-tahapan Pilkada serentak 2017," katanya.
"Partai politik harus menjalankan amanat undang-undang Otsus yang mengharuskan orang asli Papua menjadi gubernur dan wagub," kata Samuel Bless di Sorong, Kamis.
Dia mengatakan, dinamika politik menjelang Pilkada serentak 2017 Provinsi Papua Barat sudah nampak memanas. Banyak tokoh sudah mendaftarkan diri kepada partai politik untuk didukung sebagai calon Gubernur dan Wakil Gubernur.
Oleh karena itu, kata dia, partai politik dalam melakukan seleksi calon Gubernur dan Wakil Gubernur harus mengutamakan calon orang asli Papua.
"Entah berasal dari Pegunungan Arfak, Manokwari, Tambrauw, Sorong, Raja Ampat, Fakfak, Kaimana, Bintuni dan Wondama yang penting orang alsi Papua," katanya.
Ia mengatakan, rekomendasi yang diberikan pula harus orang asli Papua yang bersih dari KKN serta mampu memajukan pembangunan dan masyarakat di Provinsi Papua Barat.
Samuel mengajak seluruh komponen masyarakat di Provinsi Papua Barat untuk mendukung calon Gubernur dan Wakil Gubernur orang asli Papua.
"Saya juga minta masyarakat Papua Barat untuk terus menjaga keamanan serta menyukseskan tahapan-tahapan Pilkada serentak 2017," katanya.
Pewarta : Ernes B. Kakisina
Editor :
Copyright © ANTARA 2026
Terkait
Pendapatan Negara di Provinsi Papua Barat Daya 2024 mencapai Rp621,26 miliar
05 August 2024 8:00 WIB, 2024
Jenazah Marinir korban penembakan KKB di Papua Pegunungan dievakuasi melalui Sorong
22 August 2023 11:58 WIB, 2023
Kapal berbendera Belanda dilaporkan hilang kontak di perairan Sorong Papua Barat
19 November 2022 13:12 WIB, 2022
Bayi berumur satu bulan dalam ayunan meninggal saat rumah terendam air banjir
04 September 2022 17:20 WIB, 2022
Polisi kejar 10 DPO pelaku pembakaran karaoke di Sorong Papua Barat
02 February 2022 16:55 WIB, 2022
Pertikaian dua kelompok warga di Sorong akibatkan belasan orang meninggal dunia
25 January 2022 11:27 WIB, 2022
Terpopuler - KTI
Lihat Juga
Dievakuasi, enam penumpangakibat perahu terbalik di Banggai Laut Sulteng
30 September 2023 9:58 WIB, 2023
Gempa M6,3 guncang wilayah Kepulauan Talaud Sulut, tidak berpotensi tsunami
26 September 2023 10:07 WIB, 2023