Jakarta (Antara News) - Pemerintah Indonesia dan Pemerintah El Salvador menyepakati Perjanjian Bebas Visa bagi pemegang paspor diplomatik dan paspor dinas untuk lebih mendorong kerja sama kedua negara, demikian menurut keterangan pers dari Kementerian Luar Negeri RI yang diterima di Jakarta, Minggu.

        Perjanjian tersebut ditandatangani oleh Menteri Luar Negeri RI Retno L.P. Marsudi bersama Menteri Luar Negeri El Salvador Hugo Roger Martinez Bonilla di sela-sela Pertemuan Tingkat Menteri Forum Kerjas ama Asia Timur dan Amerika Latin (PTM FEALAC) di San Jose, Kosta Rika pada 21 Agustus 2015.

        Menlu RI mengatakan penandatanganan perjanjian bebas visa itu akan mendorong kegiatan saling kunjung oleh warga kedua negara, yang pada akhirnya dapat meningkatkan kerja sama perdagangan dan investasi.

        Sebelumnya, Pemerintah kedua negara sudah menandatangani Nota Kesepahaman ("Memorandum of Understanding/MOU") Pembentukan Forum Konsultasi Bilateral RI-El Salvador pada 2013.

        Menlu El Salvador, Hugo Roger Martinez Bonilla menyatakan optimisme terhadap masa depan hubungan bilateral kedua negara. El Salvador dan Indonesia memang belum lama ini membuka hubungan diplomatik pada September 2011, dan dalam waktu empat tahun kedua negara telah memiliki dua perjanjian yang signifikan dalam mendorong peningkatan hubungan bilateral.

        "Saya yakin akan masa depan hubungan bilateral kedua negara semakin meningkat di berbagai. bidang," ujar Menlu Hugo Martinez.

        Selain itu, pemerintah kedua negara sepakat untuk mengadakan pertemuan konsultasi bilateral pertama pada akhir 2015 atau pada awal 2016.

        Pertemuan itu akan membahas implementasi kerja sama bilateral  dengan fokus pada peningkatan hubungan ekonomi, perdagangan, perhubungan, pendidikan, penanggulangan kejahatan lintas negara dan penanggulangan bencana alam.

        El Salvador merupakan ekonomi terbesar ketiga di Amerika Tengah yang menerapkan kebijakan ekonomi terbuka untuk pasar luar negeri dan menggunakan dolar Amerika Serikat sebagai mata uang resmi.

        El Salvador menempati peringkat ke-12 dalam perekonomian di Amerika Latin dan peringkat ke-4 di Amerika Tengah dalam Indeks Pembangunan Manusia (Human Development Index).

        Tren perdagangan bilateral Indonesia-El Salvador selama 2010 hingga 2014 meningkat sebesar 24 persen per tahun. Namun, terjadi penurunan total perdagangan bilateral pada 2014 yang hanya mencapai 12,25 juta dolar AS dibandingkan pada 2013 yang mencapai 65,7 juta dolar AS.

        Produk ekspor utama Indonesia ke El Salvador, antara lain kertas, produk manufaktur, karet dan turunannya, kendaraan, produk kimia, kapas, kerajinan tangan, pewarna, sabun, alas kaki, produk elektronik dan alat listrik, mainan.

        Sementara produk yang diimpor Indonesia dari El Salvador, antara lain gula, tembakau, dan benang.

        Selain bertemu dengan Menlu El Salvador, di sela-sela PTM ke-7 FEALAC itu, Menlu Retno juga bertemu dengan Menteri Luar Negeri Kosta Rika, Uruguay, dan Panama untuk membahas peningkatan kerja sama bilateral.

Pewarta : Oleh Yuni Arisandy
Editor :
Copyright © ANTARA 2024