Kendari  (Antara News) - Warga Kota Kota Kendari, Sulawesi Tenggara, menyambut baik rencana pemerintah mengembangkan tempat pemrosesan akhir (TPA) sampah komunal di kawasan permukiman padat untuk memenuhi kebutuhan akan energi alternatif.

"Mudah-mudahan rencana proses sampah komunal segera terwujud sehingga warga memiliki pilihan selain energi konvensional," kata seorang ibu rumah tangga Nola (41) di Kendari, Sabtu.

Jika sampah rumah tangga dapat diproses menjadi energi alternatif maka dipastikan berdampak pada kesesuaian harga yang akan cenderung lebih murah.

"Sekarang sumber energi utama warga adalah gas elpiji dan minyak tanah. Kalau metan sudah dapat dinikmati berarti menambah varian kebutuhan energi," katanya.

Warga Kelurahan Mandonga, Nasmina (42) memprediksi peminat energi metan cukup signifikan karena dapat menekan pengeluaran biaya kebutuhan rumah tangga.

"Kalau ada yang lebih murah dan mudah maka yang mahal akan ditinggalkan. Kalau metan segera terwujud pasti menjadi pilihan utama," kata Nasmina.

Pemerintah Kota Kendari memprogramkan pengadaan tempat pemrosesan sampah komunal di sekitar pemukiman warga sebagai sumber penggunaan energi alternatif.

Secara terpisah Wali Kota Kendari, Asrun mengatakan proses komunal dapat membantu warga untuk memenuhi kebutuhan penerangan listrik dan kebutuhan memasak melalui metan yang dihasilkan.

"TPA komunal ini akan menghasilkan gas metan yang bisa menjadi bahan bakar untuk penerangan listrik. Termasuk untuk kebutuhan bahan bakar kompor gas," kata Walikota.

TPA komunal kata Asrun, akan mengurangi volume sampah yang diangkut ke TPA pusat di Puuwatu sekaligus bisa mengurangi biaya operasional angkut sampah.

Pengembangan TPA komunal, kata Asrun, terinspirasi karena keberhasilan TPA komunal di kawasan pasar PKL Kendari yang sudah digunakan gas metannya oleh pedagang setempat.

"Keberhasilan kami mengembangkan TPA komunal sudah diapresiasi beberapa daerah di Indonesia dan mereka menerapkan di daerah masing-masing," katanya.

Pewarta : Sarjono
Editor :
Copyright © ANTARA 2024